Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Periksa 46 Saksi, Misteri Kematian Mahasiswa S3 Universitas Brawijaya Malang Belum Terpecahkan

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi mahasiswa introvert yang menyendiri (Sumber: Masoem University)
Ilustrasi mahasiswa introvert yang menyendiri (Sumber: Masoem University)

 

BATU, RADAR BATU - Hingga pekan pertama Juni ini, misteri tewasnya K, 26, mahasiswa program doktoral sekaligus dosen yang jasadnya ditemukan membusuk di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, masih gelap gulita. Polres Batu telah memeriksa 46 orang saksi demi menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

Sayangnya, sejak jasad warga Kelurahan Sisir itu dievakuasi pada 20 November 2025 lalu, belum ada titik terang sama sekali. Polisi masih gamang menentukan apakah korban murni mengalami kecelakaan tunggal atau menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

BACA JUGA: Hobi Menggambar Sejak Kecil? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Mengembangkan Bakatmu

Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin menegaskan tingginya jumlah saksi menunjukkan kasus ini menjadi atensi utama penyidik. Puluhan orang yang dipanggil mencakup lingkaran keluarga, teman dekat, hingga warga di sekitar TKP.

Pihaknya kini fokus melakukan sinkronisasi keterangan demi mendapat kesesuaian alat bukti yang sah. Sejumlah fakta baru sejatinya mulai tersingkap dari proses penelusuran di lapangan. Polisi mengonfirmasi telah menemukan sepeda motor milik korban di dasar sungai akibat terseret arus.

BACA JUGA: TEMAN atau LAWAN? Kenali Tanda-Tanda Toxic Friendship yang Diam-Diam Merugikan Kesehatan Mental

“Kendati demikian, temuan ini belum mampu meredam kecurigaan pihak keluarga. Pasalnya, beberapa barang berharga milik korban hingga kini masih raib secara misterius,” ungkap Zaenal. Kendala utama penyidikan saat ini bertumpu pada minimnya kesaksian langsung dan petunjuk digital.

Dari 46 saksi yang diperiksa, tidak ada satu pun yang melihat detik-detik peristiwa nahas tersebut. Analisis forensik terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute aktivitas terakhir korban juga buntu. “Posisi kamera yang tersedia terlalu jauh dan tidak menjangkau area steril TKP,” imbuhnya.

Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang misterius sebelum ditemukan tak bernyawa akhir tahun lalu. Polisi bahkan sempat melakukan penyisiran ulang aliran sungai pada 28 Januari lalu demi berburu petunjuk tambahan. Pihak keluarga sejak awal mencurigai adanya kejanggalan pidana. Terlebih, korban sempat mengeluhkan masalah asmara sebelum dinyatakan hilang. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#dosen tewas #dosen s3 UB #kota batu