BATU, RADAR BATU - Petani tomat di Kota Batu menghadapi ancaman serius menjelang musim kemarau. Serangan virus gemini yang dibawa kutu kebul menyebabkan produktivitas tanaman turun drastis hingga lebih dari 50 persen.
Kondisi tersebut dialami Setia Wahyudi, petani tomat asal Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Dari total 2.000 batang tomat yang ditanamnya, sekitar 100 tanaman telah menunjukkan gejala serangan virus gemini.
BACA JUGA: Tak Hanya Bunga, Batu Love Garden Hadirkan Pengalaman Belajar Seputar Cokelat
Padahal, biaya produksi yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 1.500 per batang. Serangan penyakit mulai terlihat ketika tanaman memasuki usia satu bulan.
Akibatnya, hasil panen yang biasanya mencapai 2 hingga 3 kilogram per batang turun drastis menjadi hanya sekitar 1 hingga 1,5 kilogram.
“Buahnya menjadi kecil dan jumlah produksinya turun banyak. Kalau dibiarkan terus tentu sangat merugikan petani,” ujar Yudi.
BACA JUGA: Jangan Sampai Salah Jurusan, Hindari Kesalahan Ini Sejak Sekarang
Untuk mengendalikan penyebaran hama pembawa virus, dirinya terpaksa meningkatkan intensitas penyemprotan insektisida di lahan pertaniannya.
Menurut Yudi, kondisi serupa juga mulai dialami sejumlah petani lain di wilayah sekitar yang menanam tomat maupun cabai.
BACA JUGA: Menjelajahi Pengalaman Menonton Berbeda Melalui Cloud Theatre Cinema 9D di Kota Batu
Fenomena tersebut muncul seiring perubahan cuaca menuju musim kemarau yang memicu peningkatan populasi kutu kebul, serangga yang dikenal sebagai vektor utama penyebaran virus gemini.
Jika tidak segera dikendalikan, petani khawatir kerugian akan semakin besar karena virus mampu menyebar cepat ke seluruh area tanam. (Ramyzard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan