Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kontraktor Kabur, Proyek Rp 2,5 Miliar di Tiga Sekolah Kota Batu Mangkrak Total

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:00 WIB
TERPAKSA MENGUNGSI: Proyek renovasi bangunan SDN Sisir 1 Kota Batu mangkrak.
TERPAKSA MENGUNGSI: Proyek renovasi bangunan SDN Sisir 1 Kota Batu mangkrak.

 

BATU - Proyek rehabilitasi tiga sekolah negeri di Kota Batu senilai lebih dari Rp 2,5 miliar mangkrak total setelah kontraktor pelaksana diduga kabur sebelum pekerjaan selesai. 

Dampaknya, ratusan siswa terpaksa belajar di bangunan darurat karena ruang kelas mereka belum bisa digunakan.

Pantauan di SDN Sisir 1 Kota Batu menunjukkan kondisi proyek yang memprihatinkan. 

BACA JUGA: Social Butterfly pada Siswa, Ini Ciri-Ciri dan Dampaknya dalam Kehidupan Sekolah

Kerangka atap galvalum dibiarkan terbuka tanpa penutup, sementara material bangunan masih berserakan di halaman sekolah.

Proyek rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh PT Alnusakon Era Laju, perusahaan asal Jakarta Pusat yang menangani tiga paket sekaligus, yakni di SMPN 4 Kota Batu, SDN Temas 1, dan SDN Sisir 1.

Awalnya, proyek ditarget rampung pada Desember 2025 lalu. Namun hingga Mei 2026, pengerjaan justru terbengkalai dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

BACA JUGA: Menikmati Manisnya Kota Batu Lewat Deretan Es Krim Kekinian yang Menggoda

Kepala SDN Sisir 1 Dewi Nugraeni mengatakan, pihak sekolah kini terpaksa meminjam gedung SDN Sisir 2 demi menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Kebetulan gedung SDN Sisir 2 sedang kosong, jadi sementara kami menumpang di sana karena lokasinya dekat,” ujarnya.

Empat ruang kelas sementara kini digunakan untuk menampung aktivitas siswa. Sekolah juga memperketat pengawasan karena area proyek dinilai berbahaya bagi anak-anak.

BACA JUGA: Mulai dari Meja Makan, Pola Makan Sehat yang Mudah Diterapkan Setiap Hari

“Tumpukan material kami geser supaya halaman tetap bisa dipakai upacara dan kegiatan siswa,” imbuhnya.

Dinas Pendidikan Kota Batu membenarkan adanya wanprestasi serius dari pihak rekanan. 

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Batu Cahya Wisesa mengungkapkan progres pembangunan rata-rata bahkan belum mencapai 50 persen.

BACA JUGA: Nikmati Liburan Bintang 5 dengan Pemandangan Pegunungan di Golden Tulip Holland Resort Kota Batu

“Untuk SMPN 4 Kota Batu progresnya malah kurang dari 10 persen,” tegasnya.

Meski proyek mangkrak, Pemkot Batu mengklaim tidak mengalami kerugian keuangan secara langsung.

Sebab, sistem pembayaran proyek menggunakan mekanisme pembayaran penuh setelah pekerjaan selesai.

BACA JUGA: Viral Spanduk Permintaan Maaf di Gerbang Masuk UGM, Ini Fakta-Faktanya

“Tidak ada pembayaran termin, jadi anggaran belum dicairkan ke vendor,” tandas Cahya.

Kini, nasib kelanjutan proyek rehabilitasi sekolah tersebut masih menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah terhadap kontraktor pelaksana. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#proyek mangkrak #sekolah negeri di batu #kontraktor proyek sekolah kabur #proyek rehabilitasi sekolah di kota batu