BATU, RADAR BATU - Lonjakan volume kendaraan di kawasan wisata rupanya harus dibayar mahal dengan tingginya rasio fatalitas di jalan raya. Hingga memasuki libur panjang Kenaikan Isa Almasih pertengahan Mei ini, Kota Batu mencatatkan rekor kelam dengan 107 insiden kecelakaan lalu lintas. Tragedi aspal ini tercatat telah merenggut 16 nyawa sejak awal tahun.
Grafik kecelakaan bergerak fluktuatif tapi tetap mematikan. Puncak tertinggi terjadi pada Januari dengan 32 insiden, bertepatan dengan momentum ledakan wisatawan di libur tahun baru. Angka ini sempat turun menjadi 21 kasus pada Februari. Namun angkanya kembali merangkak naik ke 24 kasus di bulan Maret. Terakhir, bulan April menyumbang 25 kasus.
BACA JUGA: Empat Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Minta Maaf dan Minta Tetap di TNI
Mayoritas insiden berdarah ini didominasi kendaraan roda dua. Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Agus Atang membeberkan kerugian material akibat seluruh peristiwa tersebut menembus angka Rp 183 juta. “Total ada 16 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, dan 154 orang menderita luka ringan,” urai Atang.
Kelalaian manusia atau human error menjadi biang kerok utama tingginya angka kecelakaan. Kelelahan fisik membuat pengendara kehilangan konsentrasi dan gagal menguasai kemudi. Di sisi lain, kondisi kendaraan yang minim perawatan teknis turut memperparah petaka.
BACA JUGA: Bahaya Self Diagnose di Kalangan Pelajar, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan
Pemetaan jalur maut kini menjadi fokus otoritas. Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menunjuk Jalan Ir. Soekarno di Kecamatan Junrejo sebagai zona merah. Kontur jalan miring berpadu dengan padatnya arus kendaraan menuntut kepekaan pengemudi. Selain itu, Jalan Abdul Manan Wijaya di Kecamatan Pujon turut masuk kawasan rawan.
“Karakteristiknya hampir sama, konturnya menuntut kewaspadaan tinggi,” tegas Kevin. Titik kritis lainnya berada di Simpang Tiga Pendem. Lokasi ini merupakan titik temu krusial arus kendaraan dari arah Kabupaten Malang menuju Kota Batu. Volume lalu lintas yang selalu padat ditambah kondisi pertigaan yang miring, membuat pengemudi harus ekstra hati-hati. (aff/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan