Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

DPRD Kota Batu Soroti Revitalisasi Simpang Patih, Kajian Teknis dan Relokasi Pedagang Dipertanyakan

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:00 WIB
PROYEK REVITALISASI: Dua alat berat dikerahkan untuk membongkar pos polisi di Simpang Patih Kota Batu beberapa hari lalu.
PROYEK REVITALISASI: Dua alat berat dikerahkan untuk membongkar pos polisi di Simpang Patih Kota Batu beberapa hari lalu.

 

BATU - Proyek revitalisasi Simpang Patih Kota Batu kembali menuai sorotan. Selain belum jelasnya skema relokasi pedagang terdampak, DPRD Kota Batu juga mulai mempertanyakan efektivitas kajian teknis proyek senilai Rp10 miliar tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Adi Sayoga menilai pemerintah terlambat menyiapkan mitigasi sosial bagi pedagang yang terdampak proyek.

Menurut dia, relokasi seharusnya sudah disiapkan jauh sebelum proses pembongkaran dilakukan.

BACA JUGA: Mahasiswa UMM Wajib Tahu! Deretan Kafe Nyaman untuk Nongkrong ataupun Me Time Jadi Seru

“Jangan sampai proyek fisik justru membunuh mata pencaharian warga kecil,” tegasnya.

Saat ini, sebanyak 28 pedagang di kawasan Jalan Indragiri terancam kehilangan tempat usaha akibat revitalisasi Simpang Patih.

Para pedagang bahkan terpaksa mengusulkan sendiri dua alternatif lokasi relokasi kepada pemerintah.

BACA JUGA: Liburan Anti Bosan? Cobain Arung Jeram di Batu Rafting

Selain menyoroti persoalan sosial, Adi juga menggugat efektivitas desain proyek penataan simpang tersebut.

Ia mempertanyakan apakah pelebaran simpang tanpa dukungan lampu lalu lintas benar-benar mampu mengurai kepadatan kendaraan di kawasan pusat kota.

“Jangan sampai proyek ini hanya memindahkan titik macet atau malah menciptakan bottleneck baru,” kritik politikus PKS tersebut.

BACA JUGA: Gunakan Helikopter ke Cianjur, 4 Pejabat KPU Dilaporkan Koalisi Masyarakat Sipil ke DKPP

Adi meminta pemerintah membuka hasil kajian teknis secara transparan agar publik mengetahui dasar perencanaan proyek revitalisasi tersebut.

Sementara itu, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyatakan pemerintah masih melakukan pembahasan internal terkait penanganan pedagang terdampak proyek.

Ia memastikan usulan relokasi yang disampaikan pedagang akan dikaji lebih lanjut bersama OPD terkait.

BACA JUGA: Healing Sambil Ngopi, Ini Rekomendasi Kafe Cozy di Bumiaji yang Wajib Dicoba

“Terkait nasib pedagang akan dibahas khusus dalam rapat koordinasi minggu depan,” ujarnya.

Polekmik revitalisasi Simpang Patih kini tak lagi sekadar soal estetika kawasan perkotaan. 

Publik mulai menyoroti sejauh mana proyek tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan kemacetan tanpa mengorbankan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#revitalisasi simpang patih #kota batu #pedagang