BATU, RADAR BATU - Maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare di berbagai daerah mulai memicu kecemasan orang tua di Kota Batu.
Meski hingga kini belum ada laporan kasus serupa, banyak orang tua mulai meningkatkan kewaspadaan saat menitipkan anak.
Salah satunya dirasakan Alcheca Dinari Pratiwi, guru SD di Kota Batu. Karena tuntutan pekerjaan, ia memilih menitipkan anaknya di daycare sejak usia empat tahun.
BACA JUGA: Menerapkan Kebiasaan Sarapan Sebelum Sekolah, Ini Dampak Pada Siswa
Namun, keputusan itu kini dibarengi pengawasan ekstra ketat. “Sekarang jadi lebih protektif. Setiap malam saya selalu tanya aktivitas anak selama di daycare,” ujarnya.
Selain memantau kondisi psikologis anak, komunikasi intensif dengan pengasuh juga dilakukan setiap hari saat antar-jemput.
Menurut Checa, daycare saat ini bukan lagi sekadar pilihan alternatif, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi keluarga urban.
BACA JUGA: Kebiasaan Mendengarkan Musik saat Belajar, Kenali Dampaknya
Mengandalkan kakek atau nenek dinilai tidak selalu memungkinkan, terutama karena faktor usia dan pola pengasuhan modern.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan banyak orang tua lain pasca mencuatnya kasus daycare di Yogyakarta.
Meski demikian, sejauh ini Checa mengaku belum menemukan tanda-tanda buruk pada anaknya selama dititipkan di lembaga penitipan tersebut. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan