Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ditangkap di Wonogiri, Ini Fakta Kaburnya Kiai Tersangka Pencabulan Santri di Ponpes Pati

Fasya Mumtahanah • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB
KIAI TERSANGKA PENCABULAN SANTRIWATI: Ditangkap setelah Buron dan Mengaku sebagai Peziarah. (Sumber: Istimewa)
KIAI TERSANGKA PENCABULAN SANTRIWATI: Ditangkap setelah Buron dan Mengaku sebagai Peziarah. (Sumber: Istimewa)

WONOGIRI, RADAR BATU – Kiai tersangka pencabulan terhadap puluhan santriwati di pondok pesantren (ponpes) di Pati berhasil ditangkap polisi di wilayah Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, pada Kamis (7/5) pagi.

Tersangka bernama Ashari itu ditangkap usai mangkir dari panggilan pemeriksaan kasusnya yang sedang bergulir. Berikut fakta kaburnya Ashari hingga berhasil ditangkap.

Baca Juga: Sempat Kabur, Oknum Kiai Pencabul Santriwati di Ponpes Pati Berhasil Ditangkap Polisi

Sempat Menghilang dan Tak Tanggapi Panggilan Pemeriksaan

Ashari sempat mendapat panggilan kepolisian untuk diperiksa pada Senin (4/5). Namun, dirinya tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Pihak keluarga dan pengacaranya juga tidak mengetahui keberadaan Ashari. Maka dilakukan pencarian meski pemanggilan kedua dijadwalkan pada Kamis (7/5).

Baca Juga: Tak Kooperatif, Oknum Kiai Pencabul Santriwati di Ponpes Pati Diburu Polisi

Mengaku kepada Warga Sekitar sebagai Peziarah

Ashari diamankan di Gedong Giono yang merupakan kompleks makam Raden Gunungsari. Menurut keterangan warga, dirinya diketahui sudah berada di desa Bakalan sejak Rabu (6/5) pagi.

Ia datang ke desa dengan ojek dan berganti ojek untuk menuju kompleks makam. Di lokasi, ia menginap di rumah warga.

Baca Juga: Sentra Bunga Hias di Kota Batu Juga Terimbas Kenaikan Harga Plastik

"Dia menginap di salah satu rumah warga. Tidak kenal, cuma numpang menginap karena lokasi rumah berdekatan dengan makam. Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir," ucap Kepala Desa Bakalan, Sutanto.

Kepada warga sekitar, Ashari mengaku sedang melakukan ritual dan diperintahkan untuk datang berziarah ke makam Raden Gunungsari.

Baca Juga: Akademisi Tantang Pansel Sekda Batu Siap Diaudit KASN, Isu Nepotisme Jadi Sorotan”

"Ceritanya, yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh ke sini. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari permukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga," kata Sutanto.

Ditangkap setelah Meminjam Motor Warga

Menurut Sutanto, warga tidak mengetahui proses penangkapan Ashari pada Kamis pagi oleh polisi. Ia ditangkap setelah keluar dari rumah tempatnya menginap. Dirinya juga meminjam motor dengan alasan untuk menemui temannya.

Baca Juga: DPRD Warning Pansel Sekda Batu: Jangan Ada Titipan dan Konflik Kepentingan

"Ditangkapnya sudah bukan di rumah warga. Pagi itu pinjam sepeda motor, ngakunya untuk bertemu temannya. Lha pas keluar dan di jalan itu ditangkapnya," kata Sutanto.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan tim Polda Jateng dan Polresta Pati.

Baca Juga: Diduga Ngantuk, Truk Boks Muatan Sosis Hantam Median Jalan di Junrejo Kota Batu

"Kita hanya mem-back-up saja dari Polda (Jateng) dan Polresta Pati. Lokus kejadiannya di Pati, di sini hanya tempat pelarian saja," kata Agung.

Editor : Aditya Novrian
#tersangka #penangkapan #ponpes #buronan #pencabulan