Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

650 Hektare Lahan Bakal Direboisasi

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 26 April 2026 | 15:02 WIB
Illustrasi reboisasi (Freepik)
Illustrasi reboisasi (Freepik)

BUMIAJI - Kerusakan kawasan hulu akibat alih fungsi lahan mendorong Pemerintah Kota Batu menyiapkan program reboisasi seluas 650 hektare mulai tahun ini di wilayah Bumiaji dan sekitarnya. Program ini difokuskan pada pemulihan fungsi hutan penyangga dan daerah resapan air.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Kehutanan Jawa Timur dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari Sejahtera. Pendekatan yang digunakan mengedepankan skema agroforestri, yakni memadukan kepentingan ekologi dan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan tekanan terhadap kawasan konservasi tidak lepas dari kebutuhan ekonomi petani. Karena itu, komposisi program dirancang seimbang. “Sekitar 60 persen untuk penguatan ekonomi masyarakat dan 40 persen untuk fungsi ekologi,” ujarnya.

Baca Juga: Truk Muatan Galvalum Terguling ke Jurang 4 Meter di Jalan Raya Giripurno, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Menurut dia, skema tersebut diharapkan mendorong kesadaran warga dalam menjaga hutan tanpa mengorbankan sumber penghidupan. Program ini menyasar kawasan krusial di sekitar Tahura. Fokus utama adalah mengubah pola tanam di lahan miring yang selama ini didominasi sayuran dan berpotensi mempercepat erosi.

Sebagai alternatif, petani akan diarahkan menanam tanaman keras seperti alpukat, kopi, dan sukun. Tanaman tersebut dinilai memiliki sistem perakaran kuat yang mampu menahan tanah dan meningkatkan daya serap air. “Nanti kami dukung kebutuhan untuk sistem ini,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Baca Juga: Kepala KUA Bumiaji Rangkap Plt di Junrejo

Dukungan diberikan dalam bentuk fasilitas produksi. Petani kopi, misalnya, akan difasilitasi mesin pemecah hingga grinder untuk meningkatkan nilai tambah produk. Dengan jaminan pasar dan stabilitas harga, pemerintah berharap ketergantungan petani pada tanaman semusim dapat berkurang.

Meski demikian, pemerintah menekankan pentingnya komitmen petani. Nurochman menyatakan akan menerbitkan regulasi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan konservasi. “Bantuan tidak boleh sia-sia. Harus diikuti komitmen menjaga hutan,” tegasnya.

Program penanaman direncanakan berjalan bertahap hingga 2028. Pemerintah menargetkan seluruh area yang direncanakan dapat direhabilitasi secara menyeluruh dalam periode tersebut. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#KTH #wono lestari sejahtera #reboisasi #Bumiaji