BUMIAJI - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Minggu (22/2) sore memicu dua bencana beruntun berupa tanah longsor dan ambrolnya plengsengan di dua lokasi berbeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.40 dan 16.15.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Mbah Joyo, Desa Bumiaji. Hujan lebat dan saluran drainase tersumbat menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan. Akses lalu lintas warga sempat terganggu sebelum genangan berangsur surut.
Tak lama berselang, plengsengan teknis di Jalan Kelud Gang Girang RT 03 RW 18, Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, ambrol. Struktur sepanjang 12 meter dengan tinggi 3,5 meter dan lebar sekitar 1 meter itu runtuh. Penyebabnya, tanah jenuh air. Longsoran material menutup sebagian akses jalan dan memutus pipa saluran air milik desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan intensitas hujan tinggi membuat tanah kehilangan daya dukung, sementara sistem drainase tidak mampu menampung debit air. “Dua kejadian itu waktunya berdekatan. Dampaknya mengganggu akses masyarakat dan infrastruktur desa,” ujarnya.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Doddy Faturrachman, menambahkan, setelah dilakukan kaji cepat, penanganan longsor di Desa Bumiaji telah dinyatakan tuntas. Namun, untuk plengsengan ambrol di Desa Tulungrejo, proses normalisasi masih berlangsung hingga kemarin (23/2).
Warga setempat melakukan kerja bakti dengan pendampingan pihak Kecamatan Bumiaji. Dia turut menyalurkan dukungan logistik berupa makanan bagi warga yang terlibat dalam penanganan darurat.
Perbaikan permanen plengsengan selanjutnya akan ditangani dinas teknis sesuai kewenangan. Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan di wilayah Batu masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho