KASEMBON - Misteri hilangnya seorang pemburu di wilayah Kasembon, Kabupaten Malang, berakhir tragis. M. Rizki Umbar Prastyo yang juga merupakan warga Kecamatan Kasembon, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Konto kemarin (30/1) pagi. Korban ditemukan setelah dilaporkan tidak pulang sejak 27 Januari lalu.
Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk berburu hewan liar di sekitar Desa Bayem, Kecamatan Kasembon sekitar pukul 11.30. Namun hingga sore hari, ia tak kunjung kembali. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan pencarian dilakukan.
Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.50 oleh penambang pasir di Sungai Konto. Posisi korban berada di bawah sebuah batu besar di tengah aliran sungai. Lokasinya sekitar 500 meter dari lokasi ditemukannya senapan serta hasil buruan milik korban sehari sebelumnya.
Perwakilan Basarnas Unit Siaga Malang Raya, Imam Nahrowi, menyebut penemuan korban dimungkinkan karena debit air sungai mulai menurun setelah beberapa hari terakhir tidak turun hujan. “Debit air berkurang, sehingga tubuh korban yang sebelumnya tertutup akhirnya terlihat,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Clumprit
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Medan sungai berbatu dengan arus deras membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati. “Awalnya dua personel mencoba menarik korban, tapi tidak kuat. Akhirnya ditambah menjadi empat orang untuk membawa korban ke tepi sungai,” jelas Imam.
Ia menambahkan, posisi korban memang tidak terlihat dari tepian sungai karena tertutup batu besar di tengah aliran. Setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.40, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Kasembon untuk dilakukan visum luar.
Kapolsek Kasembon AKP Daguk Lasetiyo Budi menyampaikan, pihak keluarga korban menolak dilakukan proses hukum lanjutan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga menyatakan tidak keberatan dan tidak menuntut proses lebih lanjut. Jenazah langsung dimakamkan hari ini,” tandasnya. (dia/dre)