Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sempat Hilang, Remaja Perempuan Berinisial ASAZ asal Desa Pesanggrahan Sudah Kembali Bersekolah

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:09 WIB
Ilustrasi siswa SMA.
Ilustrasi siswa SMA.

 

BATU - Remaja perempuan yang berinisial ASAZ (16) asal Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu yang sempat dilaporkan hilang pada 20 September lalu kini sudah kembali beraktivitas normal seperti biasanya. Bahkan, setelah ditemukan pada 30 September lalu, ASAZ sudah kembali bersekolah lagi.

Sebelumnya, ASAZ menghilang setelah dibawa kabur pria berinisial TIS (33) warga Desa Pelem, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Keduanya diketahui baru saling kenal selama dua minggu lewat gim mobile legend. Dari situlah komunikasi keduanya mulai intens di WhatsApp.

Lantas, TIS melakukan bujuk rayu agar ASAZ mau pergi bersamanya. Alhasil, ASAZ diajak TIS ke Demak, Jawa Tengah. Di sanalah TIS menyewakan kos untuk ASAZ dan ditinggali selama 10 hari. Sebelum akhirnya keduanya memutuskan kembali ke Kota Batu.

Namun, belum sempat sampai di rumah ASAZ, polisi menemukan mereka lebih dulu saat keduanya berteduh di depan warung di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada 30 September lalu.

ASAZ kemudian dibawa ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu. Di sana ASAZ menjalani asesmen dan konseling bersama konselor. 

Staf Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP3AP2KB Kota Batu Rio Agusti mengatakan asesmen dan konseling itu dilakukan dengan tujuan mengetahui kondisi ASAZ mulai dari sebelum hingga saat dibawa kabur TIS.

“Syukurlah korban dalam keadaan sehat dan baik,” terangnya saat dikonfirmasi dua hari lalu (7/10). Dia menambahkan saat ini ASAZ sudah kembali masuk sekolah. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan orang tua ASAZ agar memperbaiki kualitas komunikasi mereka.

Kendati ASAZ dalam kondisi stabil, Rio mengaku masih akan terus memastikan kondisi psikologisnya. Konseling dan pendampingan akan terus dilakukan selama dibutuhkan. “Jadi pendampingan kami sifatnya berkelanjutan,” imbuhnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#hilang #remaja #DP3AP2KB #batu