Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pohon Setinggi 15 Meter Ambruk Menimpa 2 Motor di Jalan Pattimura

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 3 September 2025 | 16:13 WIB
PROSES EVAKUASI: Pohon tumbang di Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu dilakukan pemotongan kemarin (2/9).
PROSES EVAKUASI: Pohon tumbang di Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu dilakukan pemotongan kemarin (2/9).

BATU - Pohon Sonokembang tumbang setelah diterpa angin kencang di Jalan Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu kemarin siang (2/9) pukul 10.25. Pohon setinggi 15 meter itu ambruk ke sisi selatan protokol jalan raya. Akibatnya, dua sepeda motor yang tengah parkir tertimpa pohon tersebut.

Tumbangnya pohon itu akibat faktor usia. Kondisi itu diperparah dengan angin kencang yang melanda Kota Batu sejak Senin malam lalu (1/9). Batang pohon tersebut tak kuat lagi menopang hingga akhirnya ambruk di area depan Makam Cina. Salah seorang saksi di lokasi kejadian, Siti Fadilah mengaku sudah was-was sejak pagi. 

Pasalnya, dia merupakan pemilik warung nasi pecel yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian. Sebab, angin kencang berhembus sejak pagi itu. Beberapa saat sebelum tumbang, pohon sonokembang itu memunculkan suara seperti retakan. “Saat angin yang lumayan kencang, pohon itu langsung ambruk. Ada bagian yang menimpa orang-orang di sini,” ungkapnya.

Saat itu ada sebanyak tujuh orang di lokasi kejadian. Beruntung mereka berhasil menyelamatkan diri dengan cara berlari masuk ke halaman makam cina. Namun, dua motor milik salah seorang dari mereka tertimpa pohon tersebut. Untungnya tidak ada kerusakan serius akibat kejadian tersebut.

Wakil Komandan Regu Jaya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu Kasiyanto mengatakan proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Alasannya, diameter pohon cukup lebar yakni hampir 80 centimeter. Namun, secara umum proses evakuasi berjalan lancar.

“Ada kabel PLN yang juga terhantam namun tidak sampai putus,” terangnya. Lalu lintas di ruas Jalan Pattimura juga tetap berjalan lancar selama proses evakuasi. Sebab, pohon yang tumbang tidak ke arah badan jalan. Sehingga, posisinya memudahkan petugas lapangan untuk melakukan pemotongan sampai proses pembersihan.

Yanto mengungkapkan antisipasi perempesan pohon sebenarnya sudah rutin dilakukan. Mengingat cuaca ekstrem kerap terjadi. Masalahnya, Jalan Pattimura merupakan milik provinsi. Sehingga kewenangan Damkarmat Kota Batu jadi terbatas. Untuk antisipasi lanjut, dirinya akan berkomunikasi dengan BPBD dan Pemprov Jatim.

Di tempat terpisah, Staf Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur Linda Fitrotul mengatakan kecepatan angin kemarin menyentuh angka 15 knot atau setara dengan sekitar 27-28 km/jam. Selain menyebabkan pohon setinggi 15 meter ambruk, beberapa rumah juga terdampak.

Misalnya, runtuhnya genteng di salah satu warung di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Dia menyampaikan angin kencang bakal berlangsung hingga tiga hari ke depan. Linda menjelaskan penyebab fenomena angin kencang itu lantaran gaya gradien tekanan yang cukup kuat. Sehingga, menyebabkan pergerakan udara yang sangat cepat.

Angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Arah angin semula berasal dari timur, di sebelah baratnya ada Samudera Hindia dengan angin bertekanan rendah. Tekanan angin dari Australia kemudian mendapat tarikan cukup kuat di Samudera Hindia. “Itu akhirnya yang menyebabkan fenomena angin kencang di sini,” terangnya.

Dia menambahkan kecepatan angin pada 3-4 September nanti maksimal sekitar 15 km/jam. Normalnya kecepatan angin berada di kisar angka 5-10 km/jam. Sebenarnya fenomena ini biasa terjadi setiap tahun. Terutama pada musim peralihan dari kemarau ke penghujan. “Puncaknya nanti pada awal Oktober,” imbuhnya.

Dia mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Khususnya saat melintasi jalan dengan penuh pepohonan dan baliho. Selain itu, Linda meminta warga untuk memastikan kondisi atap rumah agar tidak rawan roboh. “Yang paling penting juga tidak melakukan pembakaran apapun di luar ruangan,” pungkasnya. (ori/dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#bmkg #angin #kota batu #Damkarmat #pohon tumbang