Angka Partisipasi Murni SD di Kota Batu Capai 100 Persen

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:00 WIB
PARTISIPASI SD: Siswa-siswi SD di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo berhamburan keluar sekolah saat jam pulang beberapa hari lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
PARTISIPASI SD: Siswa-siswi SD di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo berhamburan keluar sekolah saat jam pulang beberapa hari lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SD di Kota Batu mencapai 100 persen pada 2025 lalu. Capaian ini meningkat 0,77 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 99,23 persen. Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Eka Cahyani menjelaskan, APM mengukur proporsi penduduk usia sekolah yang bersekolah pada jenjang sesuai kelompok umurnya.

Untuk jenjang SD, penghitungan mencakup penduduk usia 7-12 tahun yang bersekolah di tingkat itu. “Capaian APM sebesar 100 persen pada 2025 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil survei, seluruh responden bersekolah di jenjang SD sesuai usianya,” ujarnya.

Baca Juga: Gubug Asape Batu, Tempat Makan Asapan dan Bakaran dengan Suasana Gubuk Tradisional

Penghitungan APM mengacu pada Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan setiap tahun. Pada 2025, jumlah sampel rumah tangga Susenas di Kota Batu mencapai 750 kepala keluarga (KK).

Selain APM, BPS mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SD juga mencapai 100 persen pada 2025. Berbeda dengan APM, APK menghitung seluruh siswa yang bersekolah pada jenjang tertentu tanpa membatasi usia.

Baca Juga: Fasilitas Cadillac F1 Diklaim Melebihi Mercedez, Begini Ujar Valtterri Botaz

Meski APM SD telah mencapai 100 persen, capaian tersebut belum menggambarkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Pemerataan akses, keberlanjutan sekolah, dan mutu pembelajaran tetap perlu diperhatikan.

Sebab, partisipasi pendidikan pada jenjang SMP dan SMA belum mencapai 100 persen. Karena itu, upaya mendorong keberlanjutan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi, keterampilan, dan akses belajar yang inklusif bagi anak-anak usia sekolah.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pendidikan BPS Badan Pusat Statistik Sekolah Dasar (SD)