BATU, RADAR BATU - Skema kerja sama dengan manajemen Jawa Timur Park Group tengah disiapkan Pemkot Batu. Tujuannya agar pelajar di Kota Batu bisa mengakses Museum Mega Science Center dan Budaya. Wahana seluas 5 hektare itu diproyeksikan menjadi sarana pembelajaran interaktif tentang sains, budaya, dan antariksa.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, keberadaan wahana tersebut memberi alternatif pembelajaran di luar kelas. Siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis. Namun, bisa melihat dan mencoba simulasi secara langsung. “Pembelajaran tidak lagi sebatas teori di kelas, tapi bisa disimulasikan langsung lewat peragaan interaktif di sini,” ujarnya.
Saat meninjau wahana, Nurochman juga mencoba sejumlah fasilitas. Di antaranya simulasi gempa bumi, wahana berbasis artificial intelligence (AI), hingga bioskop immersive. Menurutnya, akses pelajar lokal perlu diperluas. Dengan begitu, keberadaan wahana edukasi tersebut tidak hanya menjadi destinasi wisata.
Pemkot Batu pun mendorong sekolah menjadikannya sebagai lokasi study tour sekaligus pembelajaran sains dan sejarah. “Saya harap ada support dari Jatim Park Group untuk memberikan diskon kepada pelajar Kota Batu saat soft opening nanti,” tuturnya.
Pendiri Jawa Timur Park Group Paul Sastro Sendjojo mengapresiasi dukungan Pemkot Batu. Dia menyatakan komitmennya menghadirkan destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif. “Komitmen Jatim Park Group untuk terus memberikan pengalaman berwisata yang menarik bagi wisatawan untuk menunjang angka kunjungan wisata,” tegasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan