Jaga Sumber Air, Sivitas STIEIMA Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuno

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:52 WIB
Jaga Sumber Air, Sivitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang (STIEIMA) Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuno. (STIEIMA FOR RADAR BATU)
Jaga Sumber Air, Sivitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang (STIEIMA) Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuno. (STIEIMA FOR RADAR BATU)

SINGOSARI, RADAR BATU - Ancaman krisis air bersih di kawasan resapan Gunung Arjuno mendorong sivitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang (STIEIMA) melakukan konservasi mata air. Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan menanam tiga jenis vegetasi di Dusun Gunungrejo, lereng Arjuno, pada 26-27 Agustus 2026.

Aksi bertajuk “Nafas Hijau Wonosoborejo: Konservasi Mata Air” itu mewajibkan setiap peserta membawa tiga bibit. Jenisnya meliputi beringin, bambu, dan kemuning. Ketiga jenis tanaman dipilih berdasarkan fungsi ekologisnya. Beringin membantu meningkatkan resapan air. Bambu berfungsi memperkuat tanah dan menekan risiko erosi.

Sementara, kemuning membantu melindungi permukaan tanah sekaligus mendukung ekosistem serangga penyerbuk. Ketua Pelaksana Kegiatan Azmuin mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). “Kami ingin memastikan sumber air di kawasan ini tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Laut Bercerita Hingga αLPα, 4 Film Indonesia Ini Masuk Ke BIFF 2026 - Radar Batu

Penanaman mendapat pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosoborejo. Ketua KTH Wonosoborejo Kholil menegaskan, penyelamatan mata air membutuhkan komitmen berkelanjutan. Gerakan itu, kata dia, sejalan dengan jargon KTH Wonosoborejo, yakni Jogo Rupo, Jogo Roso, Joyo Royo. “Makna jargon itu adalah menjaga alam, merawat kepedulian antarmanusia, dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Dosen Pendamping STIEIMA Dr drh Iradah Rahman MM menilai keterlibatan akademisi penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Kelestarian mata air dinilai berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga lereng Arjuno.

“Jika sumber airnya terjaga dan lingkungan lestari, roda ekonomi masyarakat di lereng Arjuno otomatis ikut terlindungi,” tegas Iradah. Kegiatan tersebut turut didukung Bumi Asih Leluhur melalui penyediaan bibit. Kolaborasi perguruan tinggi, kelompok tani, dan dunia usaha diharapkan memperkuat upaya menjaga sumber air Arjuno secara berkelanjutan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
STIEIMA Vegetasi Tanam Pohon Lereng Gunung Arjuno gunung arjuno