Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Kota Batu Berada di Kategori Sedang

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:00 WIB
FASILITAS UMUM: Pojok baca digital di Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk meningkatkan literasi masyarakat. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
FASILITAS UMUM: Pojok baca digital di Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk meningkatkan literasi masyarakat. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Kota Batu masih tergolong sedang. Pada 2025, indeks tersebut tercatat 56,71 poin. Angka itu menempatkan Kota Batu di peringkat ke-29 Jawa Timur. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Untuk indikator tersebut, Kota Batu justru menempati posisi ketiga tertinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan pedoman Perpustakaan Nasional (Perpusnas), TKM diukur melalui lima variabel. Di antaranya frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet, serta durasi penggunaan internet. Perolehan 56,71 poin membuat TKM Kota Batu masuk kategori sedang. Kategori tersebut berada pada rentang 40,1 hingga 60 poin.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kota Batu Abdul Rais mengatakan meningkatkan kegemaran membaca menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah. Salah satu strategi yang dilakukan yakni memperluas akses bacaan melalui layanan perpustakaan keliling.

Baca Juga: APBD 2027 Didorong Fokus ke Desa, Beasiswa 1.000 Sarjana hingga Pertanian Tetap Diprioritaskan - Radar Batu

“Tahun lalu banyak sekolah yang masih ragu-ragu untuk didatangi mobil perpustakaan keliling atau Si Boling. Tahun ini antusias mereka meningkat,” ujarnya. Menurut Rais, sejumlah sekolah kini mulai aktif menanyakan jadwal layanan perpustakaan keliling. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal positif dalam membangun budaya membaca sejak usia sekolah.

Pekan lalu, misalnya, dua mobil perpustakaan keliling menyambangi enam sekolah. Kunjungan dilakukan bergantian pada 11 hingga 13 Agustus. Pada 11 Agustus, layanan menyasar SD Muhammadiyah 04 dan SDN Dadaprejo 01. Kemudian SDN Songgokerto 02 dan SDN Tlekung 01 pada 12 Agustus.

Sementara pada 13 Agustus, giliran SDN Pandanrejo 02 dan SDN Tlekung 02. “Biasanya kami datang pagi sekitar pukul 09.00 saat jam istirahat. Namun, tergantung sekolah masing-masing,” kata dia.

Baca Juga: Museum Angkut Rawat Ratusan Koleksi Kendaraan Antik di Lahan 3,8 Hektar - Radar Batu

Sembari beristirahat, siswa dapat memilih dan membaca berbagai koleksi buku yang dibawa mobil perpustakaan keliling. Sejumlah sekolah bahkan mengalokasikan waktu khusus untuk kegiatan literasi.

Beberapa sekolah bekerja sama dengan perpustakaan keliling untuk menggelar kegiatan literasi selama beberapa jam. Misalnya mulai pukul 08.00-12.00. Dengan waktu membaca yang lebih panjang, Disperpussip berharap kebiasaan membaca siswa semakin terbentuk. Upaya itu diharapkan turut mengerek TKM Kota Batu pada tahun-tahun berikutnya. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Tingkat Kegemaran Membaca TKM Kota Batu Disperpussip Kota Batu IPLM literasi