BATU, RADAR BATU - Program 1.000 Sarjana Kota Batu kembali menjadi prioritas Pemerintah Kota Batu pada 2027. Kuota penerima beasiswa pendidikan tersebut ditargetkan meningkat menjadi sedikitnya 600 mahasiswa.
Kebijakan itu masuk dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Program pendidikan tersebut dipertahankan di tengah ruang fiskal Kota Batu yang semakin terbatas.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu arah belanja daerah 2027.
Baca Juga: Dipanggil Kejari, Ketua KONI Kota Batu: Kami Ikuti Proses - Radar Batu
Program 1.000 Sarjana menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Batu.
Target penerima pada 2027 lebih besar dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2025, program tersebut menyasar 273 mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar.
Jumlah penerima kemudian meningkat menjadi 400 mahasiswa pada 2026. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp5,6 miliar.
Baca Juga: Kursi Kabag Ops Polres Batu dan Kapolsek Ngantang Berganti, Ini Pejabat Barunya - Radar Batu
Pada 2027, Pemkot Batu kembali merencanakan penambahan kuota. Sedikitnya 600 mahasiswa ditargetkan menerima dukungan melalui program tersebut.
Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menggunakan anggaran secara lebih selektif.
Nurochman mengatakan keterbatasan ruang fiskal membuat belanja daerah harus diarahkan pada program yang memberikan dampak konkret kepada masyarakat.
Baca Juga: Museum Angkut Rawat Ratusan Koleksi Kendaraan Antik di Lahan 3,8 Hektar - Radar Batu
“Di KUA-PPAS 2027 memang ada penekanan khusus untuk desa,” ujarnya.
Selain pendidikan, anggaran 2027 juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Intervensi mencakup fasilitas publik, pertanian, UMKM, hingga pengembangan potensi lokal. Salah satunya melalui program Smart and Integrated Farming di Desa Giripurno. Program tersebut disiapkan di atas aset pemerintah seluas 2,8 hektare.
Baca Juga: Rekomendasi Spa dan Pijat Murah di Kota Batu, Mulai Rp45 Ribu Cocok buat Mahasiswa - Radar Batu
Konsepnya mengintegrasikan tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, hingga fasilitas percontohan dan edukasi pertanian.
Pemkot juga menyiapkan dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk kebutuhan spesifik desa.
Berbeda dengan tambahan Alokasi Dana Desa (ADD), BKK diberikan berdasarkan kebutuhan tertentu yang diajukan pemerintah desa.
Baca Juga: Aktivasi IKD di Kota Batu Masih di Angka 12 Persen - Radar Batu
Menurut Nurochman, pola tersebut dibuat agar intervensi APBD lebih terukur.
“Tidak ada tambahan ADD. Jadi Pemkot menerbitkan keputusan bantuan bernilai tertentu kepada desa untuk tujuan yang sangat konkret dan spesifik,” jelasnya.
Dengan demikian, APBD 2027 tidak hanya diarahkan untuk pembangunan fisik berskala kota. Pemerintah ingin sebagian intervensi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pendidikan dan penguatan ekonomi desa.
Editor : Fajar Andre Setiawan