BATU, RADAR BATU - Penambahan koleksi buku fisik di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu terus menyusut. Setelah pada 2024 mampu menambah sekitar 1.000 buku, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 800 buku pada 2025. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan akan berkurang lagi. Sebab, anggaran pengadaan buku hanya disiapkan bahkan kurang dari Rp 50 juta.
Jika ditotal, koleksi Perpusda Kota Batu saat ini sekitar 40.000 eksemplar. Sebanyak 40 persen di antaranya merupakan buku fiksi dan 60 persen buku nonfiksi. Koleksi tersebut diperuntukkan bagi berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu Abdul Rais mengatakan anggaran pengadaan buku sebelumnya relatif tetap, yakni Rp 75 juta setiap tahun. Namun, kenaikan harga buku membuat jumlah koleksi yang dapat dibeli semakin berkurang.
Pihaknya mengaku terus berupaya memenuhi kebutuhan bacaan masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan buku-buku yang diminati. Namun, Rais menegaskan buku bestseller umumnya memiliki harga lebih tinggi.
Ia membenarkan alokasi pengadaan buku baru tahun ini berada di bawah Rp 50 juta. Namun, dia belum membeberkan nominal pastinya. Karena itu, pihaknya mengusulkan penambahan anggaran melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah buku yang dibeli untuk mendukung literasi masyarakat. Di sisi lain, Perpusda membuka ruang bagi masyarakat untuk membantu menambah koleksi melalui hibah buku.
Baca Juga: HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Pemkot Batu Benahi Program MBG dan KDKMP - Radar Batu
Rak khusus bertajuk hibah corner disediakan di area pintu masuk perpustakaan sebagai salah satu alternatif menjaga kesegaran koleksi tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD. Perpusda juga mengoptimalkan layanan mobil perpustakaan keliling (Si Boling).
Meski armadanya terbatas, layanan tersebut menyasar sekolah-sekolah di berbagai kawasan. Baik secara terjadwal maupun berdasarkan permintaan.
Editor : Fajar Andre Setiawan