BATU, RADAR BATU - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batu pada 2025 tercatat sebesar 36,57 persen. Meski menjadi peringkat ketiga tertinggi di Jawa Timur, capaian tersebut masih tergolong rendah. Untuk itu, penguatan layanan dan budaya literasi terus menjadi pekerjaan rumah Pemkot Batu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu Abdul Rais mengatakan rendahnya nilai IPLM dipengaruhi perubahan metode penilaian. Jika sebelumnya lebih menitikberatkan pada ketersediaan sarana dan prasarana. Kini, penilaian berfokus pada tingkat pemanfaatan layanan masyarakat.
“Meski nilainya rendah, sarana dan prasarana literasi di Kota Batu sudah cukup baik. Yang perlu terus ditingkatkan adalah pemanfaatannya oleh masyarakat,” ujarnya. Penghitungan IPLM mengacu pada Peraturan Perpustakaan Nasional RI Nomor 7 Tahun 2025. Indikatornya meliputi penambahan koleksi buku, jumlah tenaga perpustakaan, hingga kegiatan untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi.
Baca Juga: BNPB Resmikan Destana Giripurno, Kota Batu, Bentengi Lereng Arjuno dari Karhutla - Radar Batu
Selain itu, aspek layanan juga menjadi komponen penilaian. Di antaranya jumlah peserta kegiatan perpustakaan, pemustaka layanan luring dan daring, penggunaan fasilitas teknologi informasi, jumlah buku yang dipinjam atau dibaca, hingga akses terhadap layanan digital.
Untuk meningkatkan nilai IPLM, Disperpusip mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling Si Boling yang rutin menyasar sekolah-sekolah. Namun, keterbatasan armada membuat jadwal kunjungan masih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. “Salah satu upaya kami yakni memaksimalkan layanan jemput bola lewat Si Boling,” ujarnya.
Selain perpustakaan daerah, masyarakat juga dapat memanfaatkan perpustakaan desa dan kelurahan serta taman baca masyarakat (TBM) yang tersebar di sejumlah wilayah. Disperpusip juga terus menambah koleksi buku setiap tahun.
Saat ini perpustakaan daerah memiliki sekitar 40.000 eksemplar buku, terdiri atas 60 persen nonfiksi dan 40 persen fiksi. Sebagian koleksi juga dihibahkan kepada perpustakaan binaan untuk memperluas akses literasi di Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan