BATU, RADAR BATU - Program rehabilitasi gedung sekolah di Kota Batu mulai memasuki tahap pelaksanaan. Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan proyek perbaikan yang bersumber dari APBD dan dana revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mulai berjalan bertahap sepanjang Agustus. Tahun ini, sebanyak 24 sekolah mendapat alokasi bantuan rehabilitasi, terdiri atas 21 SD dan tiga SMP negeri.
Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Batu Dina Susanti mengatakan tiga SD penerima dana revitalisasi dari pemerintah pusat telah lebih dulu memulai pekerjaan sejak awal Juli. Ketiganya yakni SDN Gunungsari 03, SDN Temas 01, dan SDN Tulungrejo 04. “Saat ini progres fisiknya sudah sekitar 25 persen,” ujarnya.
Sementara itu, enam SD penerima revitalisasi pusat lainnya dan 12 SD yang memperoleh bantuan APBD mulai memasuki tahap pelaksanaan bulan ini. Menurut Dina, seluruh pekerjaan ditargetkan berjalan sesuai jadwal. Tujuannya agar tidak mengganggu proses belajar mengajar lebih lama.
Baca Juga: Sekolah Swasta di Kota Batu Juga Terdampak Pembatasan Gaji Guru dalam Alokasi Dana BOS - Radar Batu
Ia menjelaskan proyek revitalisasi yang dibiayai pemerintah pusat memiliki durasi pengerjaan lebih panjang, yakni hingga 150 hari kerja. Sebab, pengerjaannya menggunakan mekanisme swakelola dengan pencairan anggaran bertahap. Dana sebesar 70 persen dicairkan pada tahap awal. Sedangkan, sisa 30 persen baru dapat diterima setelah progres fisik memenuhi persyaratan teknis.
Berbeda dengan proyek yang dibiayai APBD Kota Batu. Waktu pengerjaan dipatok antara 90 hingga 120 hari. Durasinya bergantung pada tingkat kerusakan bangunan di masing-masing sekolah. Untuk pekerjaan dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang dipatok tuntas 90 hari kerja. Misalnyam penggantian plafon, keramik, dan pengecatan.
Sebaliknya, rehabilitasi berat yang mencakup pembongkaran total atap hingga pemasangan rangka baja baru membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau hujan deras, pembongkaran atap harus dihentikan sementara demi keselamatan pekerja maupun sekolah. Hal ini penting diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan,” kata Dina.
Baca Juga: Lima SMP Negeri Kota Batu Masih Menunggu Dana Revitalisasi, Pengumuman Agustus 2026 - Radar Batu
Menurutnya, penentuan durasi tersebut juga mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan mulai terjadi pada akhir triwulan ketiga. Faktor cuaca menjadi salah satu risiko yang dapat memengaruhi penyelesaian proyek. Agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama proses rehabilitasi, Disdik menyerahkan pengaturan teknis kepada masing-masing sekolah.
Sekolah dapat memanfaatkan ruang laboratorium, perpustakaan, atau ruang lain sebagai kelas sementara. Jika diperlukan, sekolah juga diperbolehkan menerapkan sistem pembagian jam belajar pagi dan siang. “Yang penting hak belajar siswa tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung,” tegasnya.
Di jenjang SMP, persiapan proyek juga terus dimatangkan. Kasi Sarana dan Prasarana Bidang SMP Disdik Kota Batu Rackmad Hadi Mulyo mengaku tengah mempercepat penyelesaian dokumen administrasi sebagai syarat proses pengadaan melalui LPSE. Menurut Rackmad, kerusakan di tiga SMP penerima bantuan APBD mayoritas terjadi pada bagian atap dan dinding kelas.
Sebagian bangunan mengalami retakan akibat usia yang sudah tua. Kerusakan tersebut belum pernah mendapat rehabilitasi dalam beberapa tahun terakhir. “Rata-rata kerusakan ada pada atap, baik bagian luar maupun dalam, serta retakan dinding kelas. Kami percepat administrasinya agar proses pengadaan segera berjalan dan pekerjaan fisik bisa dimulai sesuai jadwal,” ujarnya.
Disdik berharap seluruh proyek rehabilitasi dapat selesai tepat waktu sehingga ruang belajar yang rusak kembali aman dan nyaman digunakan siswa sebelum akhir tahun anggaran.
Editor : Fajar Andre Setiawan