Pendataan PIP Berlapis, Verifikasi Diperketat. Penggunaan Dana Diawasi Wali Murid Langsung

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB
Pendataan PIP Berlapis, Verifikasi Diperketat. Penggunaan Dana Diawasi Wali Murid Langsung
Pendataan PIP Berlapis, Verifikasi Diperketat. Penggunaan Dana Diawasi Wali Murid Langsung

BATU, RADAR BATU - Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah sekolah Kota Batu terus diperketat. Tujuannya agar bantuan benar-benar diterima siswa yang berhak. Selain melalui pendataan berlapis, sekolah juga melibatkan wali murid untuk mengawasi pemanfaatan dana. Dengan begitu, dana diharapkan dipakai sesuai peruntukannya, yakni memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dan menunjang keberlangsungan pendidikan.

Di SMP Negeri 1 Kota Batu, proses pendataan dilakukan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dipadukan dengan verifikasi faktual di lapangan. Tatik Ismiati, sang kepala sekolah menjelaskan data calon penerima dari jenjang sebelumnya otomatis terekam. Data tersebut kemudian diverifikasi kembali oleh wali kelas.

Basis verifikasi menggunakan dokumen pendukung seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). “Pihak sekolah mengumpulkan calon penerima untuk diberi penjelasan dan dibuatkan surat keterangan aktivasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Pengeroyokan yang Menyeret Petinggi KONI Kota Batu Berakhir Damai - Radar Batu

Untuk memantau penggunaan dana, Tatik mengaku melakukan sosialisasi kepada orang tua. Sementara, pendataan penggunaan dana dilakukan melalui wawancara langsung, google form, dan bukti foto. Menurutnya, kendala yang masih kerap ditemui adalah lambatnya respons sebagian orang tua terhadap informasi pencairan.

Lambatnya respons orang tua berpotensi menghambat proses administrasi. Ia menyebut apabila rekening penerima sudah tidak aktif, siswa tetap dapat menerima bantuan melalui penerbitan rekening baru. Syaratnya, siswa itu harus ditetapkan lagi sebagai penerima PIP.

“Pernah ada keterlambatan penyampaian informasi yang menyebabkan dana ditarik otomatis oleh sistem. Untuk rekening yang pasif, ketika nama murid muncul kembali sebagai calon penerima, otomatis akan mendapatkan nomor rekening terbaru,” tambahnya.

Baca Juga: Perda PSU Kota Batu Resmi Disahkan, Pengembang Nakal Terancam Kehilangan Celah Hindari Penyerahan Fasum - Radar Batu

Sementara itu, SMP Negeri 2 Batu juga terus memperbarui data penerima bantuan setiap tahun. Ida Misaroh, sang kepala sekolah mengaku hingga saat ini sebanyak 111 siswa telah menerima pencairan PIP. Sedangkan, 54 siswa berada dalam tahap nominasi penerima.

“Setelah proses aktivasi rekening, pencairan biasanya masuk ke rekening BRI sekitar satu setengah bulan kemudian,” jelas Ida. Ia menambahkan, buku rekening disimpan wali murid. Setiap proses pencairan harus didampingi orang tua sebagai bentuk pengawasan penggunaan bantuan.

Di jenjang sekolah dasar, SD Negeri 02 Junrejo menyalurkan PIP melalui dua jalur, yakni program reguler pemerintah dan jalur aspirasi DPR RI. Kepala SDN 02 Junrejo Nurfina Yuni Restuty mengatakan total penerima bantuan mencapai 206 siswa yang berasal dari pengajuan 12 rombongan belajar.

Baca Juga: Cari Rujak Cingur Enak di Batu? Depot Flamboyant Punya Menu Legendaris hingga Garang Asem Iga Sapi - Radar Batu

“Dari sejumlah peserta yang diajukan, terdapat 82 penerima di luar nama usulan awal. Sempat ada komplain dari wali murid yang belum mendapat tahun ini, tapi dapat dijelaskan karena sebelumnya mereka sudah menerima secara bergiliran,” katanya.

Untuk menjaga akuntabilitas, sekolah juga membantu pencetakan ulang dokumen administrasi yang ditolak pihak bank. Selain itu, jugamewajibkan wali murid menyerahkan fotokopi halaman depan buku rekening dan bukti penarikan dana.

Baca Juga: Depot Ijo Royo-Royo Batu, Sajikan Lontong Cap Gomeh hingga Nasi Bakmoi Ayam yang Jadi Favorit - Radar Batu

Manfaat bantuan PIP juga dirasakan langsung para orang tua. Salah seorang wali murid SMPN 1 Kota Batu Nunuk Tri Wahyuni mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. “Uang PIP sangat membantu untuk membeli sepatu dan tas sekolah anak saya. Semoga program ini terus berlanjut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Esti Nurmayaningtyas, wali murid SDN 02 Junrejo. Ia mengaku proses pencairan berjalan lancar dan dana dimanfaatkan untuk membeli buku, alat tulis, tas, hingga sepatu sekolah. “Sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anak. Semoga PIP terus berlanjut agar anak-anak semakin semangat belajar,” pungkasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pendidikan kota batu Program Indonesia Pintar Bantuan Pendidikan pip dana pendidikan