Rp 3,3 Miliar PIP Disiapkan untuk 8.283 Siswa Miskin, Integrasi DTSEN dan Dapodik Tekan Risiko Anak Putus Sekolah

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:00 WIB
Illustrasi Siswa ( Freepik)
Illustrasi Siswa ( Freepik)

 

BATU, RADAR BATU - Anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Batu tahun ini dialokasikan sebesar Rp 3,3 miliar. Dana tersebut akan menyasar 8.283 siswa kurang mampu. Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi peserta didik yang masuk Desil 1-4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menekan risiko anak putus sekolah.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui integrasi data DTSEN dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sinergi Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Sosial (Dinsos) difokuskan pada validasi data kemiskinan, pengusulan penerima, hingga pendampingan administrasi di tingkat sekolah agar bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA: Wisata Dusun Kuliner Batu, Tempat untuk Kuliner Sekaligus Spot Foto Instagramable

Kepala Bidang SD Disdik Kota Batu Dina Susanti menjelaskan penentuan calon penerima PIP diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah menjadi pihak yang paling memahami kondisi ekonomi peserta didik.

“Dinas memberikan wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menentukan murid yang layak menerima bantuan melalui penandaan di Dapodik. Sekolah yang paling mengetahui kondisi riil peserta didik,” ujarnya.

Data yang telah diverifikasi kepala sekolah selanjutnya diunggah ke sistem Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Mekanisme berjenjang tersebut diterapkan untuk meminimalkan potensi kesalahan data sejak proses pengusulan.

BACA JUGA: Bule di Bali Buat Komunitas Lari Eksklusif, WNI Dilarang Gabung

Dalam menentukan prioritas penerima, Disdik mengacu pada data DTSEN yang dikelola Dinsos. Bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga Desil 1 hingga Desil 4. Namun, siswa yang belum tercatat dalam desil tersebut tetap dapat diusulkan melalui jalur khusus dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Batu Yandi Galih Pratama mengaku siap melakukan verifikasi lapangan. Hal itu apabila terdapat siswa yang layak menerima bantuan meski belum masuk dalam data desil.

“Penerima diprioritaskan dari desil satu sampai empat. Namun, kami bisa memberikan keterangan jika peserta didik tersebut memang benar-benar membutuhkan karena data kemiskinan bersifat dinamis,” katanya.

BACA JUGA: Wisata Malam di Pujon, Ribuan Lampion Hiasi Langit Desa Ngabab

Disdik juga melakukan pemantauan setelah Surat Keputusan (SK) penerima diterbitkan. Selain membuka layanan konsultasi bagi sekolah dan orang tua, dinas memperkuat sosialisasi serta pemantauan digital. Hal itu bertujuan untuk mempercepat pencairan bantuan yang masih terkendala aktivasi rekening.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Batu Cahyawisesa mengimbau agar dana PIP dimanfaatkan sesuai peruntukannya. ”Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan pendidikan. Sekolah juga kami harapkan segera memperbarui data siswa agar penyaluran tidak terkendala,” tegasnya. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
siswa miskin anak putus sekolah pip DTSEN