BATU, RADAR BATU - Kondisi penerimaan siswa baru di SMP swasta Kota Batu menunjukkan dinamika yang berbeda. Ada sekolah yang sudah menutup pendaftaran jauh sebelum Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri dimulai, tetapi ada pula yang masih membuka pendaftaran hingga akhir Juli untuk memenuhi kuota.
Salah satu sekolah yang lebih dulu memenuhi pagu adalah SMP Muhammadiyah 8 Batu.
Kepala sekolah sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Kota Batu Windra Rizkyana mengatakan sekolahnya membuka gelombang pertama sejak 18 November 2025.
BACA JUGA: Rekomendasi 3 Wisata Satwa di Malang, Ada yang Gratis Tiket Masuk
Sebanyak 113 kursi langsung terisi pada hari pertama pendaftaran. Sementara sisa kuota pada gelombang kedua yang dibuka April lalu juga segera habis sehingga total daya tampung 190 siswa terpenuhi.
“Tahun ini kami membatasi daya tampung 190 siswa. Begitu kuota terpenuhi, sistem langsung kami tutup,” katanya.
Menurut Windra, sekolah tidak menerapkan tes akademik maupun tes membaca Al-Qur'an.
BACA JUGA: Menyusuri Lorong Gelap Berisi Ribuan Ikan di Fantastic Aquarium Batu Secret Zoo
Pihak sekolah lebih menitikberatkan pada komitmen orang tua untuk menjadikan SMP Muhammadiyah 8 Batu sebagai pilihan utama.
Untuk menjaga kepastian kuota, calon siswa juga diminta menyelesaikan administrasi seragam sejak awal pendaftaran. Sebaliknya, SMP Islam 01 Batu masih berupaya mengejar target penerimaan.
Kepala SMP Islam 01 Batu Nurman Rohadi mengatakan hingga saat ini jumlah pendaftar baru mencapai 52 siswa dari target 75 siswa.
Menurutnya, sebagian besar orang tua masih menunggu hasil seleksi sekolah negeri sebelum memutuskan mendaftar ke sekolah swasta.
“Animo masyarakat masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka cenderung menunggu pengumuman dari sekolah negeri terlebih dahulu,” ujarnya.
Karena itu, sekolah memutuskan memperpanjang masa pendaftaran hingga akhir Juli.
BACA JUGA: Siapa yang Berhak Menerima BLT DBHCHT Kota Batu? Ini Syarat dan Kriterianya
“Kami optimistis kuota masih bisa bertambah sehingga pendaftaran kami buka sampai akhir Juli,” katanya.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan persaingan sekolah swasta kini semakin bergantung pada strategi pelayanan, inovasi, dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan