BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota Batu mulai melakukan penjangkauan langsung untuk mencari calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) angkatan kedua setelah kuota penerimaan belum terpenuhi.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos), pemerintah menggandeng pemerintah desa, kelurahan hingga Tim Penggerak PKK untuk mendata anak-anak yang belum melanjutkan sekolah.
Kepala Dinsos Kota Batu Lilik Fariha mengatakan proses penjaringan dilakukan secara door to door agar anak-anak dari keluarga miskin yang memenuhi syarat tidak terlewat.
BACA JUGA: Aturan Baru Pemerintah: Lepas Status WNI Dikenai Biaya Rp5 Juta, Simak Rincian Lengkap Tarifnya
"Tim pendamping sosial akan turun langsung ke lapangan sepanjang calon siswa memenuhi persyaratan program," katanya.
Menurut Lilik, setelah tahapan SPMB selesai biasanya baru terlihat data riil anak usia sekolah yang belum memperoleh tempat belajar.
Karena itu, pemerintah memilih strategi jemput bola dibanding hanya menunggu masyarakat mendaftarkan diri.
BACA JUGA: Tulis Pesan Haru di Instagram BKN, Ini Harapan Kepala BKN untuk Seluruh Aparatur Sipil Negara
Program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah.
Meski seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah, proses perekrutan tahun ini lebih berat karena seluruh peserta didik harus tinggal di asrama permanen Kota Blitar.
Pemerintah berharap pendekatan langsung kepada keluarga mampu meningkatkan jumlah peserta sebelum kegiatan belajar dimulai. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan