Sekolah Rakyat Kota Batu Baru 29 Siswa Daftar dari Target 90

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:45 WIB
Open House Sekolah Rakyat Kota Batu. (Istimewa)
Open House Sekolah Rakyat Kota Batu. (Istimewa)

 

BATU, RADAR BATU - Program Sekolah Rakyat (SR) angkatan kedua di Kota Batu belum mampu menarik minat peserta didik sesuai target. Hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah reguler, jumlah siswa yang mendaftar baru mencapai 29 orang atau sekitar 32 persen dari target 90 siswa.

Capaian tersebut jauh di bawah angkatan pertama pada tahun lalu yang berhasil merekrut 150 siswa. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Lilik Fariha mengatakan rendahnya jumlah peserta membuat proses penjaringan belum dihentikan. Pemerintah masih membuka peluang penambahan siswa melalui penelusuran langsung di lapangan.

BACA JUGA: Prabowo Dorong Pembangunan Pangan Lewat Panen Raya Terintegrasi

“Target kami 90 siswa, tetapi saat ini baru terpenuhi satu rombongan belajar atau sekitar 29 siswa,” ujarnya. Menurut Lilik, salah satu penyebab rendahnya minat adalah perubahan sistem pembelajaran. Jika pada angkatan pertama siswa masih belajar di Kota Batu, tahun ini seluruh peserta didik diwajibkan tinggal di asrama Sekolah Rakyat Terpadu di Kota Blitar.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua berpikir ulang meskipun seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Padahal, tingkat keberlanjutan siswa angkatan pertama cukup tinggi. Dari 150 siswa yang diterima tahun lalu, sebanyak 149 siswa masih aktif mengikuti pembelajaran. Hanya satu siswa yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

BACA JUGA: 4 Rekomendasi Destinasi Wisata Malam Kota Batu, Cocok untuk Liburan Keluarga

Meski demikian, Dinsos optimistis kuota masih dapat bertambah setelah proses SPMB selesai. Pemerintah akan memanfaatkan data anak usia sekolah yang belum melanjutkan pendidikan sebagai sasaran utama program Sekolah Rakyat. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
Sekolah Rakyat sepi peminat