BATU, RADAR BATU – Mahasiswa di sejumlah program studi kini harus terbiasa terjun langsung ke lapangan dan menyusun laporan praktikum (laprak) yang padat sebagai makanan sehari-hari.
Pengalaman kerja nyata lebih awal ini menjadi modal utama dalam membentuk mentalitas tangguh serta mengasah kesiapan kerja.
Kedokteran dan Keperawatan
Jurusan Kedokteran menempatkan mahasiswanya untuk praktik langsung di rumah sakit, poliklinik, dan puskesmas selama fase koas yang berlangsung satu setengah hingga dua tahun penuh. Durasi praktik lapangan yang sangat padat ini tercatat belum ada yang menandingi dari jurusan lain.
Baca Juga: Kuliah S1 STEM Gratis dan Mentorship Praktisi, Simak Rincian Beasiswa Amgala 2026
Sementara itu, Jurusan Keperawatan juga menerapkan pola yang serupa dalam sistem pembelajarannya. Porsi praktik klinik, termasuk praktik komunitas dan perawatan pasien secara langsung, bahkan mampu mencapai lebih dari 60 persen dari total kurikulum.
Geologi, Sipil, dan Pertanian
Jurusan Teknik Geologi menuntut mahasiswanya melakukan aktivitas fisik tinggi di alam terbuka secara rutin. Mereka wajib melakukan pemetaan struktur bumi serta analisis batuan hampir setiap tahun sejak semester awal perkuliahan.
Untuk Jurusan Teknik Sipil, mahasiswa wajib mengikuti kerja praktik di proyek konstruksi nyata serta melakukan survei lapangan hampir di setiap semester. Di sisi lain, mahasiswa Pertanian dan Agroteknologi menjalani praktik langsung di kebun percobaan kampus hingga magang di perusahaan agribisnis.
Baca Juga: Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku, Cek 4 Info Beasiswa S1 Terbaru 2026
Pendidikan dan Kesmas
Jurusan Pendidikan dan PGSD juga mewajibkan mahasiswa mengajar langsung di sekolah melalui program PPL atau Kampus Mengajar. Sedangkan Jurusan Kesehatan Masyarakat fokus pada kegiatan survei epidemiologi, promosi kesehatan, serta magang di puskesmas dan dinas kesehatan daerah.
Berbagai aktivitas luar ruangan ini memberikan keuntungan besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan bekal pengalaman kerja nyata lebih awal. Meskipun menuntut komitmen yang jauh lebih besar di luar ruang kuliah, tantangan laprak tinggi ini sukses melatih profesionalitas mahasiswa sebelum lulus.
Editor : Aditya Novrian