BATU, RADAR BATU - Sebanyak 1.275 mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) diterjunkan ke Kota Batu dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 kemarin (14/7). Mereka didampingi 38 dosen pembimbing lapangan. Penempatan dilakukan di 16 perangkat daerah. Program itu diharapkan memicu inovasi pelayanan publik.
Kini, tantangannya bukan pada mahasiswa. Melainkan kesiapan birokrasi menerima gagasan baru. Pemerintah Kota Batu menjadi mitra pelaksanaan. Mahasiswa akan mendampingi berbagai program pemerintahan. Fokusnya pada tata kelola, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dekan FIA UB Prof Dr Hamidah Nayati Utami mengatakan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Program itu menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pihaknya ingin mahasiswa memberikan kontribusi nyata. Bukan sekadar hadir menjalankan administrasi.
BACA JUGA: Akui Arema FC sebagai Klub Besar, Ini Alasan Diego Landis Mantap Bergabung
“Kami berharap mahasiswa mampu memperkuat tata kelola pemerintahan. Termasuk mendorong inovasi pelayanan publik,” ujarnya.
Wali Kota Batu Nurochman mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan lapangan sebagai ruang belajar sesungguhnya. Teori, kata dia, harus diuji melalui persoalan nyata. Pengabdian juga tidak boleh berhenti sebagai rutinitas tahunan.
Mahasiswa diminta menjadi mitra pemecah masalah. Mereka diharapkan membawa perspektif baru. Selain itu, juga menawarkan solusi yang aplikatif. Dengan begitu, mahasiswa bukan hanya menjadi pengamat.
BACA JUGA: 5 Tempat Sarapan Favorit di Kota Batu, dari Pecel hingga Rawon yang Selalu Ramai
Namun, keberhasilan program ini juga bergantung pada birokrasi. Ide mahasiswa hanya akan menjadi laporan bila perangkat daerah enggan berubah atau menutup ruang kolaborasi. Karena itu, Nurochman menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah dan camat membuka ruang diskusi. Mahasiswa diminta diposisikan sebagai mitra.
Kolaborasi itu diharapkan melahirkan inovasi pelayanan publik. Dengan begitu, pemerintah bisa memperoleh masukan akademik. Sedangkan, mahasiswa mendapat pengalaman lapangan. Sinergi tersebut akan menjadi ukuran keberhasilan KKN Tematik 2026. (adv/kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan