BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota Batu terus berpacu memenuhi kuota Program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP 14) tahun ajaran 2026/2027 guna menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Kuota Belum Terpenuhi
Hingga awal Juli 2026, Dinas Sosial Kota Batu baru berhasil mendata 28 calon siswa dari total target 90 peserta didik yang ditetapkan pemerintah. Proses penjaringan intensif masih terus berjalan dengan menyasar anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Baca Juga: Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional SPMB PJJ 2026
Saat ini, jumlah peserta didik aktif yang menempuh pendidikan di SRMP 14 Kota Batu tercatat sebanyak 148 orang. Pemprov Jawa Timur menargetkan seluruh kuota wilayah harus sudah terpenuhi sebelum agenda krusial sekolah dimulai.
Tahapan Seleksi dan Verifikasi
Para calon siswa dijadwalkan mengikuti rangkaian cek kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14–17 Juli 2026.
Guna mengenalkan sistem pembelajaran berasrama ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menggelar agenda Open House Sekolah Rakyat bagi calon siswa dan orang tua.
Dinas Sosial Jawa Timur menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan resmi mengenai daftar peserta didik baru. Jumlah final penerimaan masih harus mengikuti hasil penjaringan, verifikasi lapangan, serta keputusan akhir dari pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Distribusi MBG di Kota Batu Aktif Kembali pada 13 Juli
Program Sekolah Rakyat rintisan sejak 2025 ini hadir sebagai solusi konkret negara untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan afirmatif. Melalui pemenuhan kuota yang tepat sasaran, anak-anak prasejahtera di Kota Batu berkesempatan meraih masa depan yang lebih cerah dan produktif.
Editor : Aditya Novrian