BATU, RADAR BATU - Sejumlah SMA swasta di Kota Batu mencatatkan tingkat keterisian siswa baru yang tinggi meski proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri masih berlangsung. Bahkan, ada sekolah yang telah mengisi sekitar 90 persen dari total daya tampung yang disediakan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Batu, Wahono, mengatakan tingginya minat masyarakat dipengaruhi strategi pembukaan pendaftaran yang dilakukan lebih awal dibandingkan sekolah negeri.
BACA JUGA: Cak Nur Serahkan Sepenuhnya Kasus Kekerasan Petinggi KONI Kota Batu ke Polisi
Di SMAS Immanuel Batu, misalnya, sebanyak 100 calon siswa telah mendaftarkan diri dari total kuota 128 kursi yang disediakan untuk tahun ajaran baru. Kuota tersebut nantinya dibagi dalam empat rombongan belajar dengan masing-masing berisi 32 siswa.
“Artinya, saat ini hanya tersisa sekitar 28 kursi yang masih bisa diisi,” ujar Wahono. Meski demikian, ia mengakui sebagian masyarakat masih memandang sekolah swasta sebagai pilihan kedua setelah sekolah negeri.
BACA JUGA:" Harga Sayuran Hijau di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Anjlok
Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa biaya pendidikan di sekolah swasta lebih tinggi sehingga banyak orang tua lebih dahulu mencoba jalur penerimaan di sekolah negeri. Fenomena tersebut membuat sejumlah sekolah swasta kerap menghadapi pembatalan pendaftaran secara mendadak.
Tidak sedikit calon siswa yang telah diterima memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi di sekolah negeri. Untuk mengantisipasi kondisi itu, beberapa sekolah menerapkan penandatanganan surat pernyataan yang berisi komitmen calon murid untuk tidak mengundurkan diri setelah mendaftar.
BACA JUGA: Gagal Jinakkan Cape Verde, Peluang Juara Grup Spanyol Merosot
Namun, Wahono menilai dokumen tersebut lebih bersifat administratif dan tidak sepenuhnya menjamin siswa akan tetap bertahan. Karena itu, pihak sekolah lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan.
“Kami berupaya membangun budaya sekolah yang baik agar siswa merasa betah dan tidak berpikir untuk pindah,” katanya.
BACA JUGA: 183 Petugas Diterjunkan untuk Sensus Ekonomi Kota Batu
Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan bahwa dari 134 calon siswa yang sempat mendaftar di SMAS Immanuel Batu, hanya sekitar 118 orang yang benar-benar menyelesaikan proses daftar ulang hingga resmi menjadi peserta didik baru. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan