Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Keterisian Pagu Siswa Baru SMA Swasta Capai 90 Persen, Calon Murid Wajib Tanda Tangan Surat Pernyataan Tidak Akan Mengundurkan Diri

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:00 WIB
ANTRE: Ratusan murid baru SMAN 1 Batu yang diterima melalui SPMB tahap I melakukan daftar ulang beberapa hari lalu.
ANTRE: Ratusan murid baru SMAN 1 Batu yang diterima melalui SPMB tahap I melakukan daftar ulang beberapa hari lalu.

 

BATU, RADAR BATU -  Di saat SMA dan SMK negeri masih berjibaku memperebutkan siswa baru, beberapa lembaga swasta justru telah mengunci keterisian daya tampung. Bahkan, angkanya telah menyentuh 90 persen. Fenomena ini memperlihatkan polarisasi tajam. Sekolah swasta konvensional kerap sepi peminat. Sementara, sekolah berasrama modern sukses mematok standar kompetisi tinggi.

Selain itu, pembukaan gelombang pendaftaran yang lebih awal juga menjadi strategi. Kejelian mencuri start sukses membalikkan peta persaingan perebutan calon murid baru. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Batu Wahono mengungkapkan animo masyarakat ke sekolah swasta tahun ini terbilang cukup tinggi.

BACA JUGA: Respons Aksi Unjuk Rasa, Wapres Gibran Rakabuming Terima Perwakilan Mahasiswa di Istana

Di SMA Swasta Immanuel Batu misalnya, keterisian pagu sudah mencapai 100 kursi. Sementara, total kuota siswa baru yang dibuka sebanyak 128 bangku. Kuota itu akan dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel). “Setiap rombel akan berisi 32 siswa. Artinya sisa bangku yang masih tersedia sebanyak 28 kursi saja,” ujarnya.

Kendati mencatatkan tren positif, Wahono tidak menampik adanya stigma negatif masyarakat. Sebagian dari mereka masih menganggap sekolah swasta sebagai pilihan kedua. Sebab, beban biaya pendidikan yang tanggung masyarakat secara mandiri. Itulah mengapa mayoritas wali murid tetap mengejar sekolah negeri lantaran lebih murah.

BACA JUGA: Sama-Sama Pakai Prestasi: Ini Beda Jalur Nilai Akademik dan Hasil Lomba di SPMB

Akibatnya, sekolah swasta kerap dijadikan batu loncatan. Calon siswa sering mendadak mencabut berkas pendaftaran begitu dinyatakan lolos seleksi negeri. Fenomena itu kemudian direspon sekolah swasta, termasuk Wahono, dengan menerapkan kewajiban menandatangani surat pernyataan tidak mengundurkan diri.

BACA JUGA: Begini Cara Memaksimalkan Kuota Jalur Mutasi Orang Tua Sering di SPMB Jatim 2026

Meski begitu, langkah normatif tersebut diakui tidak mutlak mengikat psikologis siswa. “Kalau surat pernyataan itu hanya perihal yang normatif saja. Untuk menjaga agar anak tidak keluar, kami lebih fokus pada pembenahan pelayanan dan menciptakan budaya sekolah yang nyaman, aman, serta menyenangkan bagi anak,” imbuh Wahono.

Langkah preventif tersebut diambil bukan tanpa alasan kuat. Pihak manajemen berkaca pada evaluasi lembaran kelulusan tahun lalu. Dari total 134 pendaftar yang masuk ke SMAS Immanuel Batu, hanya sekitar 118 siswa saja yang bertahan melakukan proses daftar ulang hingga akhir.

 

Dominasi Fasilitas Premium dan Serbuan Pendaftar Antarpulau

Kondisi persaingan yang jauh lebih sengit tersaji di SMA Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Batu. Sekolah dengan konsep berasrama alias boarding dan sekolah sepanjang hari atau full day school ini bahkan sudah bersiap menutup pintu pendaftaran. Tentu alasannya karena daya tampung yang tersisa saat ini tinggal hitungan jari.

BACA JUGA: Malang Raya Menggigil, Ini 7 Penyebab Udara Terasa Lebih Dingin saat Musim Kemarau

Dari total kuota yang sangat terbatas sebanyak 50 siswa saja tahun ini, sudah ada 48 anak yang resmi dinyatakan lolos dan berhasil mengamankan kursi mereka. Kepala SMA Al Hikmah IIBS Batu Ahmad Fais menyebut pendaftaran di lembaganya sudah digulirkan sejak lama, yakni mulai bulan September 2025 lalu dan baru akan ditutup 10 Juli mendatang.

Proses untuk bisa lolos terbilang sangat kompetitif karena harus melewati saringan kriteria yang ketat. Dari total 87 calon siswa yang memasukkan berkas pendaftaran, hanya 48 anak yang dinyatakan lulus memenuhi kriteria baku sekolah. “Sementara sisanya terpaksa gugur karena tidak memenuhi standar kelulusan,” ungkap Fais.

BACA JUGA: Awas Gugur Administrasi! Hindari 3 Kesalahan Fatal Ini Saat Daftar Jalur Prestasi SPMB

Standar kelulusan di sana meliputi rangkaian tes psikologi, tes mata pelajaran berupa Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta dilanjutkan dengan tes kesehatan hingga wawancara mendalam.

Daya tarik institusi swasta berkonsep asrama di Kota Batu ini bahkan telah meluas ke ranah nasional. Sebaran domisili pendaftar sangat heterogen. Mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga Pulau Jawa sendiri yang mayoritasnya didominasi dari luar pulau.

BACA JUGA: Cara Mudah Menghitung Gaji Bersih (Take Home Pay) dan Potongannya

Merespons ketimpangan animo ini, Kepala Seksi (Kasi) SMA dan PLKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Malang-Batu M. Asrofi membenarkan adanya faktor paradigma usang masyarakat yang menganggap sekolah swasta kurang bagus dibandingkan sekolah negeri. “Hal itu memicu kekurangan siswa pada mayoritas SMA swasta konvensional,” ujarnya.

Sebaliknya, fasilitas premium berupa pembelajaran berbasis teknologi serta integrasi asrama penuh yang ditawarkan boarding school kini sukses menjadi magnet baru. Selain itu, tawaran menarik itu sekaligus sukses memecah dominasi sekolah negeri. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kuota pagu SMA swasta #calon siswa sma #pendidikan