BATU, RADAR BATU - Calon murid baru jenjang SMA/SMK kerap kali kebingungan dalam membedakan antara Jalur Prestasi Nilai Akademik dan Jalur Prestasi Hasil Lomba pada pelaksanaan SPMB. Meski sama-sama menggunakan indikator pencapaian siswa, kedua jalur tersebut memiliki perbedaan yang sangat kontras dari segi skema penilaian, besaran daya tampung kuota, hingga jadwal operasional pendaftaran.
Baca Juga: Awas Diskualifikasi! Disdik Kota Batu Ancam Gugurkan Pendaftar SPMB yang Palsukan Koordinat Domisili
Pemahaman mendalam mengenai karakteristik masing-masing opsi pendaftaran sangat penting agar calon peserta dapat menyusun strategi masuk ke sekolah impian secara tepat tanpa mengalami salah langkah.
Jalur Prestasi Nilai Akademik menitikberatkan penilaian pada gabungan rata-rata rapor tujuh mata pelajaran utama dengan bobot 60% serta hasil ujian TKA sebesar 40%. Daya tampung untuk jalur nilai akademik ini tergolong sangat besar, yakni mencapai kuota 25% untuk tingkat SMA dan sebesar 65% bagi sekolah jenjang SMK.
Sebaliknya, Jalur Prestasi Hasil Lomba murni menyaring peserta lewat akumulasi pembobotan skor dari maksimal 15 sertifikat kejuaraan resmi dari instansi pemerintah atau lembaga mitranya. Kuota keseluruhan yang disediakan jalur hasil lomba ini jauh lebih ketat, yaitu hanya sebesar 5% untuk kombinasi bidang akademik serta prestasi non-akademik.
Baca Juga: Jalur Domisili SPMB SMP 2026 Dibuka, Sekolah di Kota Batu Pastikan Pengukuran Jarak Akurat
Kedua jalur pendaftaran ini sebenarnya tetap memiliki kemiripan aturan karena sama-sama menempatkan faktor jarak tempat tinggal terdekat menuju sekolah tujuan sebagai urutan prioritas penentu kelulusan setelah aspek nilai.
Mencermati seluruh perbedaan mendasar ini secara teliti akan membantu calon murid baru dalam mengukur potensi kompetisi dan memilih jalur masuk yang paling memberikan peluang lolos terbesar.
Editor : Aditya Novrian