Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dinsos Kota Batu Jemput Bola Cari Murid Sekolah Rakyat, Orang Tua Masih Ragu Lepas Anak ke Asrama

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 11 Juni 2026 | 15:00 WIB
INFOGRAFIS: Siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) tahun ajaran 2026/2027 akan diboyong ke asrama terpadu Kota Blitar. Kebijakan itu merujuk skema baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari Kementerian Sosial RI.
INFOGRAFIS: Siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) tahun ajaran 2026/2027 akan diboyong ke asrama terpadu Kota Blitar. Kebijakan itu merujuk skema baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari Kementerian Sosial RI.

 

BATU - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu memilih strategi jemput bola untuk mencari calon peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Petugas diterjunkan langsung mendatangi rumah-rumah keluarga miskin guna memenuhi kuota 90 siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah berasrama di Kota Blitar.

Kepala Dinsos Kota Batu Lilik Fariha menjelaskan, pihaknya tidak membuka pendaftaran umum. Sebaliknya, pendamping sosial melakukan penyisiran secara door to door kepada keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 dalam basis data kesejahteraan sosial.

Baca Juga: Selecta Jadi Tuan Rumah Munas II Aremania Utas pada 20-21 Juni, Pemkot Batu Bidik Dampak Ekonomi

Kelompok yang menjadi prioritas adalah anak usia 11 hingga 15 tahun, termasuk mereka yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan karena kendala ekonomi.

Menurut Lilik, pendekatan langsung dinilai lebih efektif untuk menjangkau sasaran program. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan karena banyak orang tua belum siap melepas anak tinggal di asrama di luar Kota Batu.

Baca Juga: Hanya Tampung 53% Lulusan SMP, Sekolah Swasta di Kota Batu Siap Beri Keringanan Biaya

“Mayoritas orang tua meminta waktu untuk berdiskusi dengan suami, kakek, atau nenek sebelum memutuskan,” ujarnya.

Keraguan tersebut menjadi hambatan utama dalam proses pemenuhan kuota peserta didik. Faktor jarak dan keharusan tinggal di lingkungan asrama membuat sebagian keluarga membutuhkan pertimbangan lebih panjang.

Sekolah tujuan para siswa berada di Kota Blitar sebagai bagian dari kebijakan terbaru pemerintah pusat mengenai pengelolaan Sekolah Rakyat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas besar dan dirancang melayani pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Baca Juga: Sering Dengar tapi Bingung? Ini Penjelasan Mudah Soal NIK, KK, dan KTP

Sementara itu, 149 siswa angkatan pertama yang saat ini belajar di SRMP 14 Batu dipastikan tidak terdampak perubahan tersebut. Mereka tetap menjalani proses belajar di Kota Batu hingga lulus sesuai rencana.

Di tengah proses penjaringan calon siswa baru, pihak SRMP 14 Batu sendiri mengaku masih menunggu petunjuk resmi mengenai pelaksanaan tahun ajaran mendatang. Koordinasi lanjutan dengan Dinsos dan pemerintah pusat diharapkan segera memberikan kepastian terkait mekanisme penerimaan peserta didik baru. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#SPMB 2026 #Sekolah Rakyat #siswa #murid #relokasi