BATU - Perombakan skema pendidikan gratis dari pemerintah pusat memaksa puluhan calon siswa baru Sekolah Rakyat asal Kota Batu harus mengenyam pendidikan di luar daerah. Mulai tahun ajaran 2026/2027, kuota 90 siswa baru tak lagi ditempatkan di Sekolah Rakyat Menegah Pertama (SRMP) 14 Batu. Mereka akan direlokasi ke kawasan asrama terpadu di Kota Blitar.
Meski rute pendidikan bergeser, nasib 149 siswa angkatan pertama dipastikan aman. Mereka dijamin tetap meneruskan studi rintisan di SRMP 14 Batu hingga lulus tanpa gangguan operasional. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Lilik Fariha menyebut pemindahan lokalisasi peserta didik baru ini murni instruksi langsung dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Dana Revitalisasi Apel Kota Batu Masuk Prioritas PAK
“Kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, kemungkinan merupakan hasil pemetaan (sarana dan prasarana, red) dari pusat,” paparnya. Fasilitas SR sentral tersebut dibangun di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar.
Sekolah tersebut diklaim mampu menampung 36 rombongan belajar, masing-masing berisi 30 siswa. Jika ditotal, kapasitas keseluruhan mencapai 1.080 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Baca Juga: Ahli Gizi UB Larang Makanan Bakar dalam MBG Ibu Hamil dan Balita, Berisiko Picu Zat Berbahaya
Guna memenuhi kuota 90 anak tersebut, Dinsos Kota Batu tidak membuka loket pendaftaran. Tim pendamping sosial diterjunkan langsung untuk menyisir keluarga rentan miskin (desil 1 dan 2) secara door to door. Sasaran utamanya adalah anak usia 11-15 tahun, termasuk mereka yang putus sekolah atau menganggur akibat kendala biaya.
Namun, merekrut puluhan anak, kata Lilik, untuk dikirim ke asrama luar kota menemui jalan terjal. Pendekatan persuasif berulang wajib dilakukan karena keharusan berpisah jauh menjadi pertimbangan berat bagi orang tua. “Mayoritas orang tua meminta waktu untuk berunding dulu dengan suami, kakek, atau nenek si anak,” beber Lilik.
Baca Juga: Pakar Gizi UB: Porsi MBG Ibu Hamil Tak Boleh Disamaratakan, Kebutuhan Kalori Tiap Trimester Berbeda
Ironisnya, dinamika relokasi ini rupanya belum tersosialisasi ke tingkat pelaksana di lapangan. Kepala SRMP 14 Batu Yulianah mengaku masih pasif dan belum menerima konfirmasi resmi mengenai skema penempatan siswa baru jelang bergulirnya tahun ajaran pada Juli mendatang. “Saya juga masih menunggu update informasi dan instruksi dari Kemensos RI untuk tahun ajaran baru nanti,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan