BATU, RADAR BATU - Persaingan akademik menuju jenjang SMP negeri di Kota Batu memasuki fase paling menentukan lewat adu hitung desimal nilai. Sebanyak 563 kursi atau setara 35 persen dari total kuota penerimaan resmi diperebutkan ribuan lulusan SD/MI melalui pembukaan jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kemarin (8/6).
Sistem penyaringan ganda yang memadukan verifikasi dokumen luring dan pemeringkatan daring diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu demi menutup celah manipulasi data. Alokasi bangku yang cukup besar tersebut menuntut akurasi tingkat tinggi penyelenggara. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Batu Cahya Wisesa menjelaskan tahapan penyaringan melewati dua prosedur ketat untuk menguji keabsahan pendaftar.
BACA JUGA: Perjalanan Karier dan Pendidikan Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana
“Proses penyerahan dokumen pendukung seperti piagam dan rapor wajib dilakukan secara offline alias langsung ke sekolah tujuan agar tim panitia bisa memverifikasi keaslian berkas dengan mudah,” tegasnya. Setelah validasi fisik dinyatakan bersih, pergeseran posisi siswa akan dipantau secara transparan melalui papan peringkat daring.
Pria yang akrab disapa Sesa itu membeberkan indikator penilaian yang spesifik untuk masing-masing kategori. Pada jalur prestasi akademik, panitia mematok standar tinggi berupa akumulasi konsistensi nilai rapor kelas empat hingga enam. Syarat skor minimalnya 82,5 ditambah skor pemeringkatan rapor.
BACA JUGA: Prediksi Bintang Muda yang Berpotensi Bersinar di Piala Dunia 2026
“Kemudian ditambah nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot 35 persen,” paparnya. Syarat tak kalah ketat berlaku bagi pendaftar jalur prestasi nonakademik. Mereka diwajibkan melampirkan bukti kejuaraan resmi berjenjang, seperti sertifikat Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Legalitas kepemimpinan siswa melalui Surat Keputusan (SK) kepengurusan organisasi resmi tingkat SD sebagai ketua juga diakui sebagai poin penunjang. Menghadapi rumitnya skema tersebut, Sesa mendesak para orang tua dan calon murid untuk cermat menakar potensi poin merujuk pada tabel petunjuk teknis.
BACA JUGA: Rahasia Kulit Cerah: Kandungan Aktif yang Harus Ada dalam Skincare
Terbatasnya kuota membuat selisih angka desimal terkecil pada Nilai Akhir (NA) menjadi penentu fatal nasib pendaftar. Sinkronisasi data dari panitia sekolah ke server pusat kini terus dikawal ketat untuk mencegah kendala teknis. “Pengumuman hasil paling lambat tanggal 12 Juni nanti,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan