BATU - Sebanyak 59 pemuda muslim dunia beradu gagasan dalam ajang International Youth Muslim Competition (IYMC) di Al-Izzah International Islamic Boarding School, Kota Batu (8/6). Perhelatan akbar yang berlangsung sejak kedatangan delegasi pada 6 Juni lalu itu dirancang sebagai katalisator pertukaran ilmu sekaligus memperkuat jaringan pendidikan Islam di Asia Tenggara.
Kompetisi berskala internasional ini melibatkan sekolah-sekolah Islam se-Asia Tenggara dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Kamboja, hingga Thailand. Para peserta diuji melalui lima cabang perlombaan utama, yakni Musabaqah Hifzil Quran (MHQ), Speech / Public Speaking, Story Telling, Taqdimul Qissoh, dan Khitobah. Panitia juga mengabungkan Santri Basket Ball Festival untuk menguatkan ikatan sportivitas lintas negara.
BACA JUGA: Koleksi Jersey Piala Dunia 2026 yang Wajib Masuk Wishlist Penggemar Bola
Perhelatan IYMC tahun ini sejatinya membawa misi strategis yang lebih luas. Direktur Humas Al-Izzah Ustadz Aziz Effendy, M.Pd. memaparkan bahwa acara ini adalah manifestasi dari visi besar Al-Izzah GREAT 2045 dengan Tagline Mandiri, Berpengaruh dan Mendunia.
“Visi tersebut ditopang lima pilar Great, yakni G - Global & Trustworthy Reputation (Reputasi dan Kepercayaan Global), Re-inforcement Financial Independence (Kemandirian Finansial), Excellence Academic Program (Program Akademik Unggul), Al-Qur’an Based Leadership (Kepemimpinan Berbasis Al-Qur'an), serta Transformative Governance & Human Development (Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Tata kelola yang Transformatif),” jelas Aziz.
BACA JUGA: Perjalanan Karier dan Pendidikan Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana
Melalui peta jalan ini, Al-Izzah tujuan yang mulia mencetak Kader Pemimpin Amanah untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Perjuangan Mahad Al Izzah dalam membangun jejaring internasional ini memantik apresiasi Pemkot Batu. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu Ir Alfi Nurhidayat ST, MT, Ph.D menilai perhelatan lintas negara ini mendongkrak Marwah dan inspirasi pendidikan unggul nasional sekaligus berpotensi menjadi magnet baru pariwisata daerah.
“Ajang serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan yang bisa diadopi berbagai institusi lainnya,” ungkapnya. Korelasi antara pendidikan dan pariwisata itu langsung dibuktikan di lapangan. Melalui konsep cultural exchange, para peserta asing tak sekadar dikarantina di asrama. Mereka diajak membedah tantangan pendidikan dalam International Youth Muslim Forum sekaligus mengeksplorasi panorama wisata Kota Batu.
BACA JUGA: Prediksi Bintang Muda yang Berpotensi Bersinar di Piala Dunia 2026
Kemeriahan IYMC kali ini sengaja dikemas lebih megah sebagai penanda perayaan dua dekade pengabdian Al-Izzah. Jejak modernisasi lembaga ini akan terus berlanjut. Pada September mendatang, sebuah seminar internasional tentang mitigasi dampak revolusi digital siap digelar dengan menghadirkan cendekiawan nasional dan tokoh nasional dan international. (Ramyzard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan