BATU, RADAR BATU – Perpustakaan dan ruang kelas bukan lagi satu-satunya tempat yang dipilih mahasiswa untuk belajar. Dalam beberapa tahun terakhir, kafe semakin sering menjadi lokasi favorit mahasiswa untuk mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga mempersiapkan presentasi.
Pemandangan mahasiswa yang membuka laptop sambil ditemani secangkir kopi kini menjadi hal yang umum ditemui. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan cara belajar generasi muda yang semakin fleksibel dan tidak terpaku pada ruang belajar formal.
Suasana Kafe Dianggap Lebih Nyaman
Dilansir dari laman Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), banyak mahasiswa memilih belajar di kafe karena suasananya dinilai lebih nyaman dan mendukung konsentrasi. Pencahayaan yang hangat, musik yang tidak terlalu keras, serta desain interior yang menarik membuat sebagian mahasiswa merasa lebih rileks saat mengerjakan tugas.
Baca Juga: Tren Tote Bag di Kalangan Pelajar, Bagaimana Dampaknya?
Bagi sebagian orang, suasana baru juga membantu mengurangi rasa jenuh akibat rutinitas kuliah. Tidak sedikit mahasiswa yang mengaku lebih mudah menemukan ide atau menyelesaikan tugas ketika berada di lingkungan yang berbeda dari kamar kos atau ruang kelas. Suasana santai menjadi salah satu alasan utama mahasiswa memilih kafe sebagai tempat belajar. Lingkungan yang dianggap lebih menyenangkan membuat proses belajar terasa tidak terlalu membebani.
Fasilitas Mendukung Aktivitas Belajar
Selain suasana yang nyaman, berbagai fasilitas yang tersedia di kafe juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak kafe kini menyediakan akses Wi-Fi, stopkontak, ruangan berpendingin udara, hingga area yang dirancang khusus untuk bekerja atau belajar.
Bahkan, beberapa kafe di sekitar kampus mulai menghadirkan konsep yang ramah pelajar dan mahasiswa. Ada yang menawarkan paket hemat, diskon khusus mahasiswa, hingga jam operasional yang lebih panjang saat musim ujian tiba.
Menurut data yang dikutip Orbion Institute dari survei Katadata tahun 2024, hampir 60 persen mahasiswa pernah belajar di kafe setidaknya satu kali dalam sebulan. Hal ini menunjukkan bahwa kafe telah menjadi salah satu alternatif ruang belajar yang cukup diminati.
Baca Juga: “Panic Productivity” pada Siswa, Tiba-Tiba Sangat Produktif saat Panik
Tidak Selalu Cocok untuk Semua Orang
Meski memiliki banyak kelebihan, belajar di kafe juga memiliki tantangan tersendiri. Suasana yang ramai, lalu-lalang pengunjung, atau obrolan di sekitar terkadang dapat mengganggu konsentrasi.
Selain itu, biaya untuk membeli makanan atau minuman juga menjadi pertimbangan bagi sebagian mahasiswa. Karena itu, banyak mahasiswa menjadikan kafe sebagai pilihan alternatif ketika membutuhkan suasana baru, bukan sebagai tempat belajar utama setiap hari.
Tren ini menunjukkan bahwa mahasiswa semakin mampu menyesuaikan cara belajar dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Bagi sebagian mahasiswa, belajar tidak harus selalu dilakukan di tempat yang sunyi dan formal.
Editor : Aditya Novrian