BATU, RADAR BATU - Sebanyak 246 pelajar dari berbagai SMA dan SMK negeri serta swasta se-Kota Batu dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) pada Selasa lalu (26/5). Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Malang-Batu mencatat dominasi rumpun SMA.
Tiga SMA negeri di Kota Batu sukses meloloskan 124 siswa. Tidak kalah agresif, SMA swasta menorehkan pencapaian fantastis dengan mengirimkan 98 pelajar ke PTN.
Kontras dengan capaian tersebut, kontribusi dari sektor pendidikan vokasi masih mencatatkan angka yang minim untuk melanjutkan kuliah.
BACA JUGA: Sapi Kurban 1,2 Ton dari Presiden Disembelih di Brau, Pemkot Batu Apresiasi Sentra Susu Lokal
Rumpun SMK hanya mampu mengamankan 24 kursi di PTN. Rinciannya mencakup 16 siswa dari SMK negeri dan 8 siswa dari SMK swasta. Rendahnya penetrasi ini sejalan dengan orientasi utama lulusan vokasi yang diarahkan langsung memasuki pasar kerja.
Sebelumnya, 157 siswa telah mengamankan tiket kuliah lebih awal lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Akumulasi sementara menunjukkan lebih dari 400 pelajar di Kota Batu siap memasuki jenjang pendidikan tinggi. Angka ini diproyeksikan masih akan terus bertambah. Apalagi seleksi jalur mandiri sudah mulai dibuka masing-masing universitas.
BACA JUGA: Lapak Pedagang Simpang Patih Mulai Dibongkar, Puluhan UMKM Kota Batu Terancam Kehilangan Penghasilan
Kasi SMA dan PKPLK Cabdindik Jatim Wilayah Malang-Batu M. Asrofi mengingatkan para peserta yang lolos untuk jeli. Ia menekankan pentingnya memahami regulasi mengenai daftar ulang. Sebab, status kelolosan di jalur tes memiliki aturan penguncian sistem yang berdampak pada hak siswa jika ingin mencoba peruntungan di jalur seleksi negeri lainnya.
Bagi siswa yang belum beruntung, Asrofi berpesan agar tidak patah arang. Medan perjuangan memperebutkan bangku kuliah dinilai masih menyisakan banyak alternatif strategis. “Siswa masih bisa memanfaatkan pembukaan jalur mandiri di berbagai PTN atau mulai mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS),” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan