BATU, RADAR BATU – Banyak pelajar merasa tubuh tetap lelah meski sudah tidur semalaman. Baru bangun tidur, sebagian siswa justru masih mengantuk, sulit fokus, bahkan tidak bersemangat menjalani aktivitas sekolah. Fenomena ini kini mulai dikenal sebagai morning exhausted, kondisi ketika tubuh terasa belum benar-benar pulih setelah tidur.
Sekilas, rasa lelah saat bangun tidur memang terlihat biasa. Namun, jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, suasana hati, hingga kesehatan fisik dan mental pelajar.
Pelajar Sering Bangun dalam Kondisi Tidak Segar
Dilansir dari laman Alodokter, tidur berkualitas seharusnya membuat tubuh terasa segar dan penuh energi saat bangun tidur. Namun, banyak orang justru mengalami tubuh lelah saat bangun tidur akibat kualitas tidur yang buruk.
Pada pelajar, kondisi ini sering muncul karena pola tidur yang tidak teratur. Tugas sekolah, penggunaan media sosial hingga larut malam, kebiasaan begadang, hingga stres akademik membuat waktu istirahat menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Fenomena Siswa Menunda Tidur demi Menikmati Waktu Tanpa Tuntutan, Ini Dampaknya
Akibatnya, siswa bangun dengan kondisi tubuh berat, sulit berkonsentrasi, mengantuk sepanjang pagi, hingga merasa tidak memiliki energi untuk mengikuti pelajaran di kelas. Tidak sedikit pelajar yang akhirnya mengandalkan kopi atau tidur di sela aktivitas karena merasa belum benar-benar “terbangun”.
Kurang Tidur dan Stres Jadi Pemicu Utama
Laman Halodoc menjelaskan bahwa rasa lemas saat bangun tidur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas tidur yang buruk, stres, dehidrasi, hingga kebiasaan tidur yang tidak sehat.
Salah satu penyebab paling umum pada pelajar adalah kurang tidur. Banyak siswa tidur terlalu larut karena mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau terlalu lama bermain gawai. Padahal, tubuh remaja tetap membutuhkan waktu tidur yang cukup agar otak dan tubuh dapat pulih secara optimal.
Selain itu, stres dan kecemasan juga dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Pikiran yang terus aktif membuat tubuh sulit benar-benar rileks saat tidur, sehingga pelajar tetap merasa lelah meski sudah beristirahat selama beberapa jam.
Kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur juga menjadi pemicu lain. Paparan cahaya layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh terasa lebih lemas saat bangun.
Bisa Mengganggu Fokus dan Produktivitas Siswa
Morning exhausted yang terjadi terus-menerus dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa di sekolah. Pelajar cenderung lebih sulit fokus, mudah mengantuk di kelas, lambat memahami pelajaran, hingga lebih mudah merasa kesal atau murung.
Baca Juga: Fenomena ‘Healing’ pada Pelajar, Cara Baru Mengurangi Tekanan Sekolah
Rasa lelah berkepanjangan juga dapat menurunkan produktivitas dan motivasi belajar. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur yang buruk bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Beberapa tanda morning exhausted pada pelajar antara lain sulit bangun pagi, tubuh terasa berat setelah tidur, sering menguap di pagi hari, sulit berkonsentrasi, hingga tetap lelah meski sudah tidur cukup lama.
Untuk mengurangi kondisi ini, pelajar disarankan mulai menjaga pola tidur yang lebih teratur, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menghindari begadang berlebihan. Tidur yang berkualitas tidak hanya membantu tubuh lebih segar, tetapi juga meningkatkan konsentrasi dan kesehatan mental siswa selama menjalani aktivitas belajar.
Editor : Aditya Novrian