BATU, RADAR BATU – Banyak pelajar saat ini mulai mengaku lebih mudah merasa kewalahan atau overwhelmed, bahkan terhadap hal-hal yang terlihat sederhana. Tugas sekolah yang menumpuk, notifikasi media sosial, jadwal padat, hingga tekanan untuk selalu produktif membuat sebagian siswa cepat merasa lelah secara mental.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi belajar, pola tidur, hingga kesehatan emosional pelajar jika terus dibiarkan.
Tekanan Sekolah dan Aktivitas Harian Jadi Pemicu
Dilansir dari laman Alodokter, overwhelmed merupakan kondisi ketika seseorang merasa kewalahan akibat tekanan atau beban yang terasa terlalu besar dan sulit dikendalikan.
Pada pelajar, kondisi ini sering muncul karena tuntutan akademik yang tinggi, tugas sekolah yang terus bertambah, jadwal kegiatan padat, hingga ekspektasi untuk selalu mendapatkan hasil terbaik. Tidak sedikit siswa yang merasa harus mampu menyelesaikan semuanya sekaligus dalam waktu singkat. Akibatnya, aktivitas yang sebelumnya terasa ringan mulai terlihat berat dan melelahkan secara mental.
Baca Juga: Fenomena Siswa Menunda Tidur demi Menikmati Waktu Tanpa Tuntutan, Ini Dampaknya
Selain tekanan akademik, paparan media sosial juga ikut memperbesar rasa kewalahan. Banyak siswa tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain, merasa tertinggal, atau takut tidak cukup baik dibanding teman-temannya.
Siswa Mudah Lelah Emosional dan Sulit Fokus
Laman Telkom University menjelaskan bahwa kondisi overwhelmed sering membuat seseorang sulit berpikir jernih dan kesulitan mengatur emosi. Pada pelajar, tanda-tandanya dapat terlihat dari sulit berkonsentrasi saat belajar, mudah marah, cepat cemas, merasa blank ketika mengerjakan tugas, hingga kehilangan motivasi.
Beberapa siswa juga mulai menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa tidak sanggup menghadapi tekanan yang datang secara bersamaan. Selain berdampak pada mental, rasa kewalahan yang berlangsung terus-menerus juga dapat memunculkan gejala fisik seperti sakit kepala, tubuh mudah lelah, detak jantung terasa lebih cepat, hingga gangguan tidur.
Pentingnya Mengatur Tekanan dan Waktu Istirahat
Para ahli menyarankan agar siswa mulai belajar mengatur prioritas dan tidak memaksakan diri menyelesaikan semuanya sekaligus. Membuat jadwal belajar, membagi tugas menjadi bagian kecil, beristirahat cukup, hingga mengurangi paparan media sosial dapat membantu mengurangi rasa overwhelmed.
Baca Juga: Hyper Independence pada Pelajar, Saat Siswa Terbiasa Menyelesaikan Semua Sendiri
Selain itu, pelajar juga dianjurkan untuk lebih terbuka kepada orang terdekat ketika merasa kewalahan. Dukungan dari teman, keluarga, maupun guru dapat membantu siswa merasa lebih tenang dan tidak menghadapi tekanan sendirian.
Aktivitas sederhana seperti olahraga ringan, journaling, mendengarkan musik, atau meluangkan waktu untuk melakukan hobi juga dapat membantu menjaga keseimbangan mental di tengah kesibukan sekolah.
Editor : Aditya Novrian