BATU, RADAR BATU – Fenomena penggunaan second account atau akun kedua di media sosial semakin banyak ditemukan di kalangan pelajar dan remaja. Akun ini biasanya digunakan sebagai ruang pribadi untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan dari lingkungan sosial di dunia maya.
Second Account Jadi Ruang Aman bagi Remaja
Dilansir dari laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), media sosial saat ini tidak hanya menjadi tempat berinteraksi, tetapi juga ruang untuk membangun citra diri. Banyak pengguna merasa perlu menampilkan sisi terbaik mereka di akun utama sehingga muncul kebutuhan memiliki akun kedua yang lebih privat.
Fenomena ini juga dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan dan tren media sosial. Dalam jurnal yang dikutip ITS, penggunaan second account berkembang karena pengaruh teman sebaya dan rasa takut tertinggal tren sosial atau Fear of Missing Out (FOMO).
Baca Juga: Daftar Sekolah SMA atau Sederajat Favorit di Malang 2026, Ini yang Paling Banyak Diminati
Akun kedua umumnya memiliki jumlah pengikut lebih sedikit dan hanya diisi oleh teman dekat. Pengguna biasanya memakai nama akun berbeda dan mengatur akun menjadi privat agar unggahan tidak dapat diakses sembarang orang.
Sementara itu, laman PWM Jateng menyebutkan bahwa banyak remaja memanfaatkan second account sebagai tempat untuk mengekspresikan perasaan secara lebih jujur. Berbeda dengan akun utama yang cenderung formal dan terkonsep, akun kedua digunakan untuk membagikan cerita pribadi, keluh kesah, hingga unggahan santai tanpa memikirkan penilaian orang lain.
Tekanan Sosial di Media Sosial Jadi Salah Satu Pemicu
Media sosial dinilai membuat sebagian remaja merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan publik digital. Tidak sedikit siswa yang merasa tertekan karena membandingkan kehidupan mereka dengan unggahan orang lain.
Kondisi tersebut membuat second account dianggap sebagai “ruang aman” untuk beristirahat dari tuntutan media sosial. Pengguna tidak lagi terlalu fokus pada jumlah likes, komentar, maupun tampilan visual unggahan.
Baca Juga: Skill Komunikasi Siswa Perlu Ditingkatkan, Ini Manfaatnya
Selain itu, akun kedua juga membuat pengguna lebih nyaman membagikan emosi dan pengalaman pribadi karena lingkup pertemanannya lebih terbatas. Banyak siswa memanfaatkan akun tersebut untuk mencurahkan tekanan akademik, masalah pertemanan, hingga kondisi emosional sehari-hari.
Penggunaan Berlebihan Dinilai Perlu Diwaspadai
Meski memberikan ruang privasi, penggunaan second account secara berlebihan juga dinilai memiliki dampak negatif. ITS menyebutkan bahwa kebiasaan terlalu bergantung pada akun kedua dapat membuat seseorang menjadi lebih tertutup dan kurang percaya diri dalam interaksi langsung.
Pengguna yang terlalu nyaman berkomunikasi melalui media sosial juga berisiko mengalami kesulitan bersosialisasi di dunia nyata. Selain itu, penggunaan akun ganda tetap perlu memperhatikan keamanan privasi dan etika digital.
Editor : Aditya Novrian