BATU, RADAR BATU – Kebiasaan mendengarkan musik saat belajar masih sering dilakukan pelajar maupun mahasiswa. Sebagian mengaku lebih mudah fokus dengan iringan musik, namun ada juga yang justru merasa terganggu dan sulit berkonsentrasi.
Musik Dinilai Bisa Membantu Fokus dan Mengurangi Stres
Dilansir dari HelloSehat, belajar merupakan aktivitas yang dapat memicu stres dan tekanan pikiran. Dalam kondisi tersebut, mendengarkan musik dinilai mampu membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga seseorang lebih mudah berkonsentrasi saat belajar.
Musik juga disebut dapat memengaruhi kerja otak melalui gelombang suara yang diterjemahkan menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut kemudian merangsang berbagai bagian otak yang berkaitan dengan emosi, memori, dan proses kognitif.
Saat mendengarkan musik, otak memproduksi hormon dopamin yang berkaitan dengan rasa nyaman dan motivasi. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi lebih baik dan membantu mengurangi stres saat belajar.
Baca Juga: Belajar Sistem Kebut Semalam Masih Saja Dilakukan? Ini Dampaknya bagi Pemahaman Materi
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat membantu meningkatkan daya ingat dan membuat otak lebih fokus terhadap tugas yang sedang dikerjakan, terutama ketika berada di lingkungan yang bising.
Efek Musik Bisa Berbeda pada Setiap Orang
Meski demikian, laman Binus University menjelaskan bahwa efek musik terhadap proses belajar tidak selalu sama pada setiap individu. Ada orang yang merasa lebih mudah memahami materi saat mendengarkan musik, namun ada pula yang justru terdistraksi.
Musik dinilai dapat membantu meningkatkan motivasi belajar, memperbaiki mood, hingga membantu konsentrasi pada beberapa jenis aktivitas belajar tertentu. Musik klasik dengan tempo lambat misalnya, dianggap lebih membantu menciptakan suasana tenang dan fokus.
Namun di sisi lain, musik juga dapat berdampak negatif apabila justru membuat seseorang terlalu larut mendengarkan lagu dibanding memperhatikan materi pelajaran.
Musik bertempo cepat, terlalu keras, atau memiliki banyak lirik disebut dapat mengganggu konsentrasi, terutama ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus tinggi seperti membaca atau menyelesaikan soal hitungan.
Baca Juga: Media Sosial Dinilai Memengaruhi Kepercayaan Diri Pelajar, Ini Cara Menggunakannya Secara Sehat
Selain itu, mendengarkan musik sambil belajar juga dinilai dapat memengaruhi working memory atau kemampuan otak dalam menyimpan dan mengolah informasi jangka pendek.
Pemilihan Jenis Musik Jadi Faktor Penting
Agar belajar sambil mendengarkan musik tetap efektif, jenis musik yang dipilih dinilai memiliki peran penting. Musik instrumental atau suara alam dengan tempo lambat lebih disarankan dibanding lagu berlirik.
Volume suara juga dianjurkan tidak terlalu keras agar tidak mengganggu fokus belajar. Pemilihan musik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing individu.
Jika musik justru membuat perhatian mudah teralihkan, belajar dalam suasana tenang tanpa iringan lagu dinilai lebih efektif untuk memahami materi secara mendalam. Kebiasaan mendengarkan musik saat belajar pada akhirnya dinilai tidak bisa disamaratakan. Sebab, efektivitasnya bergantung pada jenis musik, suasana belajar, serta karakter dan kebiasaan masing-masing pelajar.
Editor : Aditya Novrian