BATU, RADAR BATU – Kebiasaan membuka ponsel sebelum tidur masih sering dilakukan pelajar, baik untuk melihat media sosial, menonton video, maupun bertukar pesan dengan teman. Namun, penggunaan smartphone pada malam hari dinilai dapat memengaruhi kualitas tidur dan berdampak pada kondisi fisik maupun konsentrasi belajar siswa.
Penggunaan gadget sebelum tidur bahkan disebut semakin meningkat karena malam hari dianggap sebagai waktu paling santai setelah aktivitas sekolah selesai.
Paparan Cahaya Layar Ganggu Waktu Tidur
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, penggunaan smartphone pada malam hari dapat mengurangi waktu tidur dan menyebabkan kualitas istirahat menurun. Cahaya dari layar ponsel disebut memengaruhi produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur ritme tidur tubuh.
Ketika produksi melatonin terganggu, seseorang menjadi lebih sulit merasa mengantuk dan cenderung tetap terjaga lebih lama. Selain itu, suara notifikasi, getaran, maupun aktivitas digital juga membuat otak terus aktif sehingga tubuh sulit rileks sebelum tidur.
Laman Alodokter juga menyebut cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat fase tidur rapid eye movement (REM), yaitu fase penting untuk pemulihan fungsi kognitif dan kestabilan emosi.
Baca Juga: Siswa Sulit Mengatur Emosi Saat Belajar, Ini Peran Sekolah dan Lingkungan
Akibatnya, pelajar yang sering bermain ponsel sebelum tidur cenderung bangun dalam kondisi tidak segar, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi saat belajar di sekolah.
Gangguan Konsentrasi hingga Risiko Kesehatan Mulai Ditemui
Kualitas tidur yang buruk dinilai berdampak langsung pada aktivitas siswa di siang hari. Pelajar menjadi lebih mudah mengantuk, sulit fokus saat menerima pelajaran, hingga mengalami perubahan suasana hati.
Selain menurunkan konsentrasi belajar, kebiasaan menggunakan smartphone sebelum tidur juga dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Kondisi ini membuat pola tidur menjadi tidak teratur dan waktu istirahat semakin berkurang.
Dari sisi kesehatan, penggunaan gadget secara berlebihan pada malam hari juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan mata, kelelahan mental, kecemasan, hingga stres akibat paparan informasi terus-menerus di media sosial.
Fenomena doomscrolling atau kebiasaan terus membaca berita negatif sebelum tidur juga dinilai dapat meningkatkan rasa cemas dan membuat otak sulit beristirahat. Dalam jangka panjang, gangguan tidur disebut dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk penurunan daya tahan tubuh dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan lainnya.
Baca Juga: Siswa Cenderung Membandingkan Diri dengan Teman, Ini Dampak Psikologisnya
Pengurangan Waktu Bermain Ponsel Sebelum Tidur Dinilai Penting
Untuk menjaga kualitas istirahat pelajar, penggunaan ponsel sebelum tidur disarankan mulai dibatasi. Pelajar dianjurkan mengurangi penggunaan gadget setidaknya satu hingga dua jam sebelum waktu tidur agar tubuh memiliki waktu beradaptasi menuju kondisi istirahat.
Sebagai pengganti, aktivitas seperti membaca buku, menulis jurnal, mendengarkan musik santai, atau meditasi dinilai lebih membantu tubuh menjadi rileks sebelum tidur. Peran orang tua juga dinilai penting dalam mengawasi kebiasaan penggunaan gadget anak, termasuk mengatur waktu penggunaan smartphone pada malam hari.
Editor : Aditya Novrian