Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Media Sosial Dinilai Memengaruhi Kepercayaan Diri Pelajar, Ini Cara Menggunakannya Secara Sehat

Choirun Nisa • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi anak bermain media sosial (Sumber: Digital Citizenship Indonesia)
Ilustrasi anak bermain media sosial (Sumber: Digital Citizenship Indonesia)

BATU, RADAR BATU – Penggunaan media sosial di kalangan pelajar semakin meningkat dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Meski memberikan manfaat dalam komunikasi dan akses informasi, penggunaan yang tidak bijak dinilai dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga kesehatan mental remaja.

Perbandingan Sosial dan Tekanan Digital Pengaruhi Mental Pelajar
Dilansir dari laman Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental remaja, terutama melalui interaksi dengan teman sebaya. Remaja kerap merasa stres terhadap penampilan diri, khawatir dengan respons terhadap unggahan, hingga merasa tidak percaya diri ketika tidak mendapat perhatian di media sosial.

Selain itu, paparan konten negatif seperti body shaming, cyberbullying, maupun konten yang mendorong perilaku tidak sehat dapat memperburuk kondisi psikologis pelajar. Kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial juga dinilai dapat menurunkan self-esteem dan memicu kecemasan.

Baca Juga: Kecemasan Menghadapi Ujian Masih Dialami Siswa, Ini Cara Mengelolanya

Sementara itu, Alodokter menyebutkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga munculnya gangguan kecemasan dan depresi pada anak dan remaja.

Penggunaan Berlebihan Berdampak pada Kepercayaan Diri dan Konsentrasi
Media sosial sebenarnya memiliki sisi positif, seperti menjadi sarana komunikasi, wadah mengekspresikan diri, hingga tempat mengeksplorasi minat dan bakat. Namun, tanpa pengawasan dan pengelolaan yang tepat, media sosial dapat menjadi sumber tekanan sosial bagi pelajar.

Pelajar yang terlalu sering melihat pencapaian, penampilan, atau gaya hidup orang lain cenderung lebih mudah merasa minder dan tidak puas terhadap dirinya sendiri. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya rasa percaya diri dan terganggunya fokus belajar.

Selain itu, penggunaan media sosial secara terus-menerus juga meningkatkan risiko kecanduan gadget dan membuat pelajar kesulitan mengatur waktu istirahat maupun aktivitas akademik.

Baca Juga: Siswa Cenderung Membandingkan Diri dengan Teman, Ini Dampak Psikologisnya

Pendampingan Orang Tua dan Penggunaan Bijak Menjadi Kunci
Untuk mengurangi dampak negatif media sosial, diperlukan pendampingan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Orang tua dianjurkan membimbing penggunaan media sosial anak tanpa harus melarang sepenuhnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan gawai, mengatur fitur privasi akun, memantau aktivitas media sosial anak, serta membangun komunikasi terbuka terkait pengalaman mereka di dunia digital.

Pelajar juga dianjurkan menggunakan media sosial secara lebih sehat, seperti tidak membagikan informasi pribadi sembarangan, menghindari konsumsi konten yang memicu tekanan mental, lebih fokus menggunakan media sosial untuk hal positif dan pengembangan diri serta menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan interaksi langsung dengan teman maupun keluarga dinilai penting untuk membantu pelajar menjaga kesehatan mental dan rasa percaya diri.

 

Editor : Aditya Novrian
#kepercayaan diri #pelajar #media sosial #sehat