Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Memikirkan Banyak Hal Sebelum Bertindak Ditemui pada Siswa

Choirun Nisa • Selasa, 5 Mei 2026 | 20:01 WIB
Ilustrasi ketika overthinking menyerang (sumber: Universitas Gadjah Mada)
Ilustrasi ketika overthinking menyerang (sumber: Universitas Gadjah Mada)

BATU, RADAR BATU - Kecenderungan memikirkan banyak hal sebelum bertindak atau dikenal sebagai overthinking semakin sering ditemui di kalangan siswa. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan sosial, serta paparan informasi digital yang terus berkembang di kehidupan remaja.

Kecenderungan Overthinking pada Siswa

Dalam keseharian, banyak siswa mengaku sering memikirkan kembali ucapan, keputusan, hingga respons dari lingkungan sekitar. Pikiran seperti kekhawatiran akan kesalahan, takut gagal, atau takut tidak diterima menjadi hal yang umum dirasakan.

Berdasarkan laman Kementerian Agama Kota Yogyakarta, kondisi ini dikenal sebagai rumination, yaitu kecenderungan berpikir berulang. Dalam batas tertentu, hal ini masih tergolong wajar karena membantu siswa melakukan evaluasi diri dan belajar dari pengalaman.

Baca Juga: Ciri Lingkungan Pertemanan yang Sehat di Kalangan Siswa SMA

Dipicu Tekanan Akademik dan Sosial

Fenomena overthinking tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi kehidupan siswa. Laman Binus University menyebutkan bahwa tekanan akademik, pergaulan, serta tuntutan untuk tampil sempurna menjadi pemicu utama.

Selain itu, media sosial juga berperan dalam membentuk perbandingan tidak sehat. Siswa cenderung membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih berhasil, sehingga memunculkan kecemasan dan keraguan terhadap kemampuan diri.

Dampaknya, siswa dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, menjadi ragu dalam mengambil keputusan, hingga lebih sensitif dalam interaksi sosial.

Upaya Mengelola Pola Pikir

Meski demikian, overthinking tidak selalu berdampak negatif jika dapat dikelola dengan baik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membedakan antara fakta dan asumsi, membatasi waktu untuk berpikir, serta menuliskan kekhawatiran agar lebih terstruktur.

Baca Juga: Upaya yang Dapat Dilakukan Guru untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran

Selain itu, menjaga pola hidup sehat seperti tidur cukup, berolahraga, serta mengurangi paparan media sosial juga dinilai membantu menstabilkan kondisi emosional siswa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kecenderungan memikirkan banyak hal menjadi bagian dari dinamika psikologis remaja. Dengan pengelolaan yang tepat, siswa tetap dapat berpikir reflektif tanpa kehilangan kemampuan untuk bertindak secara efektif.

Editor : Aditya Novrian
#upaya #siswa #penyebab #overthinking