BATU, RADAR BATU – Sebelum masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pemilihan jurusan menjadi salah satu keputusan paling menentukan bagi siswa kelas 12. Namun di tengah proses tersebut, muncul fenomena yang cukup mengkhawatirkan, sebagian siswa memilih jurusan bukan berdasarkan minat atau kemampuan, melainkan karena ikut-ikutan teman atau kelompok pertemanan.
Fenomena ini banyak terjadi ketika siswa berada dalam tekanan sosial untuk tetap bersama teman-temannya setelah lulus SMA. Akibatnya, tidak jarang satu kelompok pertemanan mendaftar jurusan dan kampus yang sama, meskipun belum tentu sesuai dengan minat individu masing-masing. Situasi ini menunjukkan bahwa keputusan penting terkait masa depan masih sering dipengaruhi faktor eksternal.
Baca Juga: Dekat dari Museum Angkut, Thana Nature Eatery Tawarkan Kuliner dengan Panorama Hijau
Praktik ikut-ikutan dalam memilih jurusan PTN ini terjadi di berbagai sekolah, terutama pada momen akhir pendaftaran kuliah. Padahal, dilansir dari laman resmi ma’soem university, pemilihan jurusan seharusnya didasarkan pada minat, bakat, dan rencana masa depan, bukan sekadar mengikuti tren pertemanan. Tanpa pertimbangan tersebut, siswa berisiko mengalami ketidaksesuaian selama masa perkuliahan, seperti kurangnya motivasi belajar hingga kesulitan beradaptasi dengan bidang yang tidak diminati.
Fenomena ini juga memperlihatkan adanya tekanan sosial yang kuat di lingkungan remaja. Melihat kondisi ini, pemilihan jurusan idealnya menjadi keputusan personal yang mempertimbangkan masa depan jangka panjang. Tanpa kemandirian dalam mengambil keputusan, siswa berisiko menjadikan pilihan penting ini sekadar mengikuti arus lingkungan, bukan arah tujuan hidupnya sendiri.
Baca Juga: Menikmati Suasana Korea di Kota Batu, The Legend Star JTP 3 Jadi Daya Tarik Wisatawan
Pentingnya pendirian dan tujuan yang dimiliki siswa sangat menentukan arah dan cara pandang individu dalam menghadapi fenomena ini. Siswa yang memiliki kejelasan minat cenderung lebih mampu menolak tekanan sosial dan tetap berpegang pada pilihan yang sesuai dengan dirinya sendiri, meskipun berada di tengah lingkungan pertemanan yang memiliki keputusan berbeda.
Selain itu, peran lingkungan sekolah dan guru bimbingan konseling juga menjadi penting dalam membantu siswa memahami potensi diri sebelum menentukan jurusan. Melalui proses pendampingan, siswa diharapkan tidak hanya mempertimbangkan faktor eksternal, tetapi juga melakukan refleksi terhadap kemampuan, minat, serta peluang karier di masa depan.
Baca Juga: Pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam Edukasi Kesehatan Siswa Di Sekolah
Editor : Aditya Novrian