Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Waspada! Cyberbullying Sangat Dekat, Ini Cara Cerdas Orang Tua Mendidik Anak Agar Aman di Dunia Maya

Choirun Nisa • Jumat, 24 April 2026 | 10:00 WIB
ilustrasi korban cyberbullying yang merasa frustasi (sumber laman resmi halodoc)
ilustrasi korban cyberbullying yang merasa frustasi (sumber laman resmi halodoc)

BATU, RADAR BATU – Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi anak-anak, mulai dari akses informasi yang mudah, pengetahuan yang cepat, hingga ruang berekspresi. Namun di balik itu, ancaman cyberbullying atau perundungan di dunia maya menjadi tantangan serius dan tidak bisa diabaikan, terutama oleh orang tua.

Dilansir dari laman resmi Unicef, Cyberbullying (perundungan dunia maya) adalah perundungan yang dilakukan melalui teknologi digital seperti media sosial, platform chatting, hingga game online. Perilaku ini bersifat berulang dan bertujuan untuk menakuti, mempermalukan, atau menyakiti korban. Bentuknya pun beragam, mulai dari menyebarkan informasi palsu, mengirim pesan kasar, hingga mempermalukan seseorang di ruang publik digital.

Baca Juga: Mau Kuliah di UM? Simak Panduan Lengkap Pendaftaran Jalur Mandiri 2026.

Disinilah peran orang tua menjadi kunci utama. Bukan sekadar melarang penggunaan smartphone, tetapi diperlukan untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orang tua perlu menciptakan ruang aman agar anak berani bercerita ketika mengalami hal tidak menyenangkan di dunia maya.

Salah satu langkah penting adalah mengedukasi anak dengan literasi digital sejak dini. Orang tua dapat mengajarkan prinsip sederhana seperti berpikir sebelum membagikan sesuatu, menjaga data pribadi, serta memahami batasan antara candaan dan perundungan. Menurut Unicef, jika anak merasa terluka atau tidak nyaman dengan suatu “candaan” yang terus berulang, hal tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai bentuk bullying.

Baca Juga: Baru Disahkan! Ini 12 Poin Penting UU PRT dan Dampaknya yang Wajib Diketahui

Selain itu, pengawasan penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara bijak. Orang tua bisa membantu anak mengatur privasi akun, membatasi interaksi dengan orang asing, serta mengenalkan fitur keamanan seperti blokir dan laporkan. Mengumpulkan bukti seperti tangkapan layar pesan atau komentar juga penting sebagai langkah awal untuk menghentikan cyberbullying.

Orang tua juga harus menanamkan empati kepada anak. Edukasi tidak hanya fokus agar anak tidak menjadi korban, tetapi juga agar tidak menjadi pelaku. Menanamkan nilai saling menghargai, baik di dunia nyata maupun digital, menjadi pondasi penting dalam mencegah perundungan.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, 31 ASN Pemkot Batu Gelar Fashion Show

Editor : Aditya Novrian
#perundungan #cyberbullying #edukasi #media sosial #anabul