BATU, RADAR BATU – Kegiatan belajar mengajar di sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan generasi unggul dan dapat membuat perubahan bangsa suatu hari nanti. Namun, persoalan sedari dahulu yang sangat mencemaskan baik bagi siswa, guru, maupun orang tua adalah aksi perundungan atau bullying. Sayangnya, terkadang aksi perundungan ini dibaluti dengan label bercanda yang menyebabkan pelaku tidak merasakan bahwa sebenarnya ia adalah pelaku.
Fenomena ini menunjukkan bahwa aksi perundungan bukan hanya soal tindakan individu, tetapi juga berkaitan dengan budaya yang terbentuk di lingkungan sekolah. Dilansir dari kemendikdasmen yang menyatakan mengenai pengertian dari perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Ketika ejekan, pengucilan, atau intimidasi terus dibiarkan, hal tersebut perlahan menjadi “normal” di mata siswa.
Baca Juga: Sekolah Negeri Mulai Tersaingi, SPMB 2026 Kota Batu Dihantui Lonjakan Minat ke Sekolah Swasta
Sekolah seharusnya menjadi ruang aman yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan sosial peserta didik. Namun realitanya, tekanan sosial di lingkungan sekolah justru bisa menjadi sumber ketidaknyamanan bagi sebagian siswa, terutama mereka yang dianggap berbeda atau lebih lemah.
Dari sisi psikologis, dampak perundungan tidak selalu terlihat secara langsung. Kemenkes menyatakan bahwa Korban dapat mengalami kecemasan, depresi, hingga kehilangan rasa percaya diri yang berdampak pada proses belajar. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Baca Juga: Refleksi Hari Kartini: Kobarkan Semangat Belajar Siswa di Malang.
Upaya pencegahan perundungan harus dilakukan secara menyeluruh, melibatkan sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar. Edukasi tentang empati, komunikasi yang sehat, serta keberanian untuk melapor menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar aman dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Editor : Aditya Novrian