Siswa SMKN 1 Batu Dilirik Industri Nasional Usai Berjaya di LKS Jatim

Kholid Amrullah • Dipublikasikan Rabu, 22 April 2026 | 14:16 WIB
PRESTASI: Dari kiri, Sesxy Ajeng Mascela juara 3 hairdressing, Kepala SMKN 1 Batu Arik Harianto, dan Novita Yolanda Rahmadani menerima hadiah dalam Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Provinsi Jatim baru-baru ini.
PRESTASI: Dari kiri, Sesxy Ajeng Mascela juara 3 hairdressing, Kepala SMKN 1 Batu Arik Harianto, dan Novita Yolanda Rahmadani menerima hadiah dalam Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Provinsi Jatim baru-baru ini.

 

KOTA BATU – SMKN 1 Batu (Skanesba) kembali membuktikan taringnya sebagai sekolah pencetak talenta unggul di kancah Provinsi Jawa Timur. Dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Provinsi Jatim baru-baru ini, sejumlah siswa Skanesba berhasil memborong gelar juara di berbagai bidang keahlian, mulai dari kecantikan, kuliner, hingga perhotelan.

Di bidang beauty therapy juara 3 atas nama Novita Yolanda Rahmadani, hairdressing juara 3 atas nama Sesxy Ajeng Mascela. Sedangkan kategori restoran service berhasil meraih urutan ke 4 atas nama Bima Airasta Ramdhani. Untuk kategori fashion technology menempati urutan 4 atas nama Fara Aulia Safitri dan untuk lomba cooking, Nauval Darendra Franstiko menembus Top 10.

Bagi para siswa, kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan pembuktian proses. Fara Aulia Safitri mengaku sangat bangga karena berhasil bangkit setelah tahun lalu belum beruntung. Senada, Sesxy Ajeng Mascela merasa impian lamanya terbayar lunas. "Mental harus juara dulu. Persiapannya luar biasa, dan sekolah sangat support dengan memfasilitasi semua alat yang kami butuhkan untuk lomba," ujar Sesxy mantap.

ANDALAN: Nauval Darendra Franstiko (kiri) menembus Top 10 dan  Bima Airasta Ramdhani urutan ke 4 kategori restoran service.
ANDALAN: Nauval Darendra Franstiko (kiri) menembus Top 10 dan Bima Airasta Ramdhani urutan ke 4 kategori restoran service.

 

Kesuksesan ini tak lepas dari sistem gemblengan yang sistematis. Kepala SMKN 1 Kota Batu Arik Harianto, SPd MSi menjelaskan bahwa para juara ini tidak muncul secara instan. Mereka harus melewati seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kelas, sekolah, kota, hingga akhirnya dikirim ke tingkat provinsi. "Ada pelatihan intensif dari sekolah bagi mereka yang terpilih. Kami ingin memastikan siswa tidak hanya menguasai teknik, tapi juga siap secara mental," ungkap dia.

Salah satu poin menarik dari pendidikan di Skanesba adalah kedekatannya dengan kebutuhan industri. Para siswa mengakui bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah sangat relevan dengan praktik kerja nyata (PKL). Tak heran jika banyak siswa yang langsung ditawari kontrak kerja oleh pihak industri tepat setelah mereka menyelesaikan masa PKL.

"Untuk siswa yang selesai PKL, banyak yang langsung direkrut. Kami memberikan kesempatan penuh bagi industri jika ingin merekrut siswa kami," tambah Arik.

BERBAKAT: Fara Aulia Safitri peraih urutan 4  dalam lomba fashion technology.
BERBAKAT: Fara Aulia Safitri peraih urutan 4 dalam lomba fashion technology.

 

Menariknya, prestasi di LKS juga membuka pintu masa depan yang lebar. Sesxy, misalnya, mendapatkan tawaran beasiswa langsung dari juri LKS untuk melanjutkan studi di Akademi Bisnis Martha Tilaar (ABMT). Sementara itu, Bima Airasta sudah mengamankan kursinya di Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Pariwisata melalui jalur SNBP.

Bagi mereka yang memilih jalur entrepreneur, Skanesba telah menanamkan jiwa bisnis yang kuat. Fara, Novita, Nauval, dan Sesxy semuanya memiliki visi serupa. Yaitu mencari pengalaman kerja terlebih dahulu di industri besar, sebelum akhirnya membangun bisnis sendiri, mulai dari salon kecantikan hingga kafe di Malang.

Sebagai penutup, para juara ini merekomendasikan Skanesba bagi lulusan SMP yang ingin belajar dengan pengalaman langsung di dunia kerja. "Skanesba adalah tempat yang tepat kalau ingin punya pengalaman nyata," pungkas para siswa berprestasi tersebut.(akb)

Editor : Kholid Amrullah
SMKN 1 Batu Lomba LKS lomba kompetensi siswa\ kota batu