BATU, RADAR BATU - Skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Batu mulai disusun dengan memasukkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian, khususnya pada jalur prestasi. Penyusunan petunjuk teknis mulai dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu bulan ini.
Pelaksanaan SPMB tahun ini masih merujuk pada peraturan dari pemerintah sebelumnya, yakni Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB. Kepala Disdik Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan secara umum jalur seleksi tidak berubah. Masih ada empat jalur, yaitu domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Perubahan utama terletak pada penggunaan nilai TKA sebagai pertimbangan dalam jalur prestasi akademik yang menggantikan Uji Kendali Mutu (UKM). Instrumen tersebut dirancang untuk memperkuat seleksi berbasis capaian akademik.
Penyusunan skema dilakukan melalui koordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Tujuannya menyelaraskan standar penilaian antarjenjang.
Wakil Ketua MKKS SMP Negeri Kota Batu Budi Prasetyo menegaskan TKA tidak berlaku untuk semua jalur. Penggunaan TKA sebagai pertimbangan SPMB hanya digunakan pada jalur prestasi saja. Dalam skema yang disusun, TKA menjadi komponen dengan bobot tertinggi, yakni 35 persen.
Penilaian ini dipadukan dengan nilai rapor, peringkat kelas, dan capaian prestasi. Nilai rata-rata rapor lima semester terakhir memiliki bobot 15 persen. Peringkat kelas diberi porsi 20 persen sebagai indikator konsistensi akademik. Selain itu, Skor Prestasi Akademik (SPA) diberikan bobot 20 persen untuk mengakomodasi capaian lomba.
“Penghargaan tingkat provinsi dan nasional tentu memiliki bobot berbeda,” ujar Budi. Komponen baru juga ditambahkan melalui Skor Pilihan Sekolah (SPS) sebesar 10 persen. Skema ini membedakan prioritas pilihan siswa.
Pilihan pertama diberi skor 100, sedangkan pilihan kedua hanya 50. Kebijakan ini diharapkan mengurangi praktik menjadikan sekolah tertentu sebagai cadangan. “Kami ingin ada penghargaan bagi siswa yang benar-benar memilih sekolah tujuan,” tegasnya.
Dari sisi kuota, jalur domisili tetap menjadi yang terbesar dengan minimal 40 persen. Jalur afirmasi sebesar 20 persen, mutasi maksimal 5 persen, dan sisanya sekitar 35 persen untuk jalur prestasi.
Rangkaian SPMB dijadwalkan dimulai pertengahan Mei. Tahapan awal dibuka melalui jalur afirmasi pada 18-19 Mei. Selanjutnya, seluruh proses ditargetkan rampung pada 23 Juni melalui jalur domisili.
Draf petunjuk teknis saat ini menunggu pengesahan melalui peraturan wali kota. Dengan skema baru ini, seleksi diharapkan lebih terukur dan mampu menjaring siswa sesuai kapasitas akademik dan prestasi.
Editor : Fajar Andre Setiawan