Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Durasi Kegiatan Belajar dan Mengajar di Kota Batu Berkurang Selama Bulan Puasa

Aditya Novrian • Senin, 23 Februari 2026 | 10:30 WIB

FOKUS: Beberapa siswa SMP Negeri 3 Batu menyimak pembelajaran di dalam kelas beberapa waktu lalu. (Rori Dinanda Bestari/Radar Batu)
FOKUS: Beberapa siswa SMP Negeri 3 Batu menyimak pembelajaran di dalam kelas beberapa waktu lalu. (Rori Dinanda Bestari/Radar Batu)

BATU - Durasi kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan Kota Batu selama Ramadan 1447 Hijriah berkurang. Kebijakan itu mulai diterapkan setelah libur awal puasa pada 18-21 Februari. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu mengurangi waktu jam pelajaran dan pembatasan aktivitas fisik di sekolah.

Kepala Disdik Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, pembelajaran efektif kembali dimulai 23 Februari dengan sejumlah penyesuaian teknis. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/129/35.79.401/II/2026 tentang Pemberitahuan Libur Awal Puasa.

“Jam masuk sekolah serentak pukul 07.30. Durasi setiap jam pelajaran dipangkas maksimal 10 menit dari jadwal normal,” ujarnya.

Selain memangkas durasi belajar, pihaknya juga menginstruksikan sekolah untuk meniadakan atau memodifikasi kegiatan fisik.

Pasalnya, dia menilai kegiatan seperti yang ada dalam mata pelajaran olahraga berpotensi menguras energi siswa. “Kami ingin kualitas pembelajaran tetap terjaga tanpa membebani fisik siswa selama berpuasa,” kata Alfi.

Sebagai penguatan spiritual, sekolah diminta mengisi Ramadan dengan kegiatan keagamaan harian. Di antaranya tadarus Al Qur’an selama 10–15 menit sebelum atau sesudah pelajaran, salat dhuha dan dhuhur berjamaah, pondok Ramadan, hingga kuliah tujuh menit (kultum).

Sekolah juga dianjurkan memfasilitasi kegiatan infaq dan sedekah serta menggelar lomba keagamaan, seperti ceramah dan hafalan surah pendek. Bagi peserta didik nonmuslim, Disdik meminta sekolah tetap menyediakan ruang pembinaan rohani sesuai keyakinan masing-masing. Tujuannya untuk menjaga semangat toleransi di lingkungan pendidikan.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 3 Batu Budi Prasetyo menyatakan pihaknya telah menyesuaikan jadwal pembelajaran. Selama Ramadan, kegiatan belajar ditargetkan selesai lebih awal, sekitar pukul 12.00-13.00. “Agenda keagamaan sedang kami finalisasi agar bisa langsung berjalan saat siswa masuk,” pungkasnya. (ori/dre)

 

Disunting kembali oleh Afida Rahma Tsabita

Editor : Aditya Novrian
#belajar mengajar #ramadan #puasa #batu